Temuan ini menunjukkan bahwa penegak hukum menyadari nilai dari keahlian investigasi blockchain yang praktis dan kolaborasi publik-swasta yang terpercaya.
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan kripto Binance menilai kemampuan untuk menginvestigasi blockchain semakin penting seiring meluasnya penggunaan aset kripto di Indonesia.
Head of APAC Binance SB Seker menyampaikan Indonesia memiliki salah satu ekosistem aset kripto paling dinamis di kawasan, dan pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan yang kuat untuk mengidentifikasi dan mengatasi aktivitas ilegal. Survei dilakukan terhadap penegak hukum menemukan 89 persen responden setuju pentingnya kemampuan investigasi blockchain.
“Temuan ini menunjukkan bahwa penegak hukum menyadari nilai dari keahlian investigasi blockchain yang praktis dan kolaborasi publik-swasta yang terpercaya. Binance tetap berkomitmen untuk membagikan keahliannya dan bekerja sama dengan otoritas di Indonesia dan di seluruh kawasan untuk membangun lingkungan aset digital yang lebih aman,” ujar Seker dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Kamis.
Seker mengatakan transaksi blockchain berbeda dengan uang tunai, karena meninggalkan rekam jejak digital permanen yang membantu penyidik menelusuri pergerakan dana ilegal.
Untuk itu, Binance memberikan pelatihan khusus blockchain kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Jakarta dan Bandung untuk memperkuat kemampuan penegak hukum dalam menyelidiki kejahatan keuangan, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga penegak hukum dan sektor swasta untuk memberantas kejahatan berbasis kripto.
Integrasi aset kripto ke dalam sistem keuangan membuat penyidik perlu memahami cara dana berpindah di jaringan blockchain, serta membaca pola aktivitas dan perilaku di balik setiap transaksi.
Investigasi terhadap rekam jejak transaksi di blockchain menjadi bukti yang bisa ditindaklanjuti namun membutuhkan keahlian khusus, alat investigasi yang tepat, serta kerja sama lintas lembaga, negara, dan platform sektor swasta.
“Efektivitas investigasi bergantung pada kerja sama yang terpercaya antara penegak hukum dan pelaku industri yang bertanggung jawab. Pelatihan berkelanjutan dan kerja sama melalui jalur hukum yang tepat dapat membantu otoritas merespons kejahatan keuangan yang semakin canggih secara lebih efektif,” kata Investigator untuk Binance Akbar A.
Temuan survei ini menegaskan pentingnya investasi berkelanjutan dalam membangun kapasitas tersebut. Dengan pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi publik-swasta, penegak hukum Indonesia diharapkan mampu mengidentifikasi aktivitas ilegal, menelusuri dan memulihkan aset digital, serta menjaga integritas ekosistem keuangan secara lebih luas.
Baca juga: Menteri PPN sebut tokenisasi RWA bagian dari pembangunan nasional
Baca juga: Bybit: Kripto syariah berpeluang buka potensi pasar baru di Indonesia
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.