Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 diberikan kepada para pahlawan serta pejuang kelestarian untuk transformasi hutan agar praktik-praktik serta inovasinya dapat direplikasi.
"Saya berharap Wana Lestari ini harus lebih dari sekadar penghargaan. Ambil praktik terbaik dari para pemenang, kita pelajari secara bersama dan kita terapkan atau replikasi untuk proses transformasi hutan dan lestari di manapun di seluruh Indonesia," kata Raja Juli di Jakarta, Kamis.
Menhut menegaskan, praktik-praktik baik dalam pelestarian hutan adat perlu diterapkan ke seluruh wilayah di Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat.
"Kalau ada yang berhasil di satu tempat dengan konteks tertentu, saya kira bisa kita transformasikan ke tempat-tempat lain. Inovasi untuk tiga hal, pertama tentu adalah kesejahteraan masyarakat, kemudian kemampuan kita untuk konservasi biodiversitas dengan baik, dan kemudian ketiga, memiliki konsekuensi untuk penurunan emisi karbon," ujar dia.
Menurutnya, para pemenang menjadi guru bagi daerah-daerah lain dan menjadi pembelajaran berharga bagi upaya-upaya konservasi dengan konteks dan kondisi budaya serta bentang alam di wilayah masing-masing.
Baca juga: Menhut: Mereka yang tengah berjibaku lawan karhutla adalah pahlawan
Anugerah Wana Lestari 2026 diberikan kepada 63 orang teladan dari 20 kategori yang tersebar di lintas Eselon I lingkup Kemenhut. Sementara, 10 penerima penghargaan Lomba Inovasi Rimbawan 2026 terbagi menjadi kategori Inovasi Satuan Kerja dan Inovasi Individu. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi dan kontribusi nyata aparatur, hingga masyarakat di tingkat tapak dalam menjaga kelestarian hutan.
Pada kesempatan tersebut, Raja Juli Antoni juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada para pejuang lapangan yang tengah berjibaku melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia dan menyematkan gelar pahlawan untuk mereka.
"Masih banyak pahlawan lain, para heroes lain di luar sana, terutama sekarang yang sedang berjibaku melawan karhutla, tepuk tangan untuk mereka semua di lapangan, seraya tentu kita sisipkan doa, kita percaya bahwa kerja keras, kerja-kerja yang sistematis, teknokratis, menjadi sangat penting," ujar dia.
Ia juga meminta masyarakat untuk sama-sama berdoa agar karhutla yang sedang menimpa Indonesia dapat segera diatasi dan tidak menimbulkan banyak korban.
Baca juga: Kemenhut: Satgas Inovasi bukan untuk komersialisasi taman nasional
"Saya mau tetap sisipkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar karhutla yang sedang menimpa negeri ini dapat kita atasi secara kompak, bersama-sama, sehingga tidak menimbulkan banyak korban yang kena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan tentu hutan-hutan kita bisa terjaga, serta tidak terlalap oleh El Nino yang sering disebut sebagai El Nino Godzilla ini," tuturnya.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.