Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat upaya transformasi industri kecil menengah (IKM) fesyen dan kriya agar mampu menghasilkan produk inovatif bernilai tambah tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal merupakan kekuatan besar bagi pengembangan industri fesyen dan kriya Indonesia, sehingga perlu terus ditransformasikan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.

“Industri fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal Indonesia. Pemerintah terus memacu potensi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu diterima pasar nasional maupun internasional,” ujar Menperin dalam keterangannya dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, salah satu strategi yang dilakukan Kemenperin adalah meningkatkan kapasitas IKM melalui fasilitasi promosi, perluasan akses pasar, pengembangan jejaring, serta penguatan kemitraan bisnis.

Ia menyampaikan, keikutsertaan IKM dalam berbagai ajang pameran tidak hanya menjadi sarana promosi dan penjualan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memahami perkembangan pasar dan membuka peluang kerja sama baru.

“Keikutsertaan IKM fesyen dan kriya dalam pameran menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring usaha, sekaligus membuka peluang kemitraan. Melalui interaksi langsung dengan ekosistem industri dan konsumen, IKM juga dapat memperoleh wawasan mengenai kebutuhan dan tren pasar sebagai bahan untuk mengembangkan usahanya ke depan,” ungkapnya.

Baca juga: Kemenperin akselerasi transformasi IKM fesyen berkelanjutan

Baca juga: Kemenperin: Produk kerajinan fesyen harus mendongkrak inovasi

Sejalan dengan upaya tersebut, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) berpartisipasi dalam BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 bekerja sama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

Ajang yang berlangsung pada 29 Juli–2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut menjadi wadah strategis bagi IKM binaan untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin hubungan dengan calon pembeli, mitra usaha, serta pelaku industri.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyampaikan bahwa penyelenggaraan ajang tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar industri fesyen dan kriya nasional.

Selama lima hari pelaksanaan, kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari 200 desainer, 500 peserta pameran yang merupakan jenama fesyen, serta sekitar 4.000 pekerja kreatif.

Dalam ajang tersebut, BPIFK memfasilitasi 11 IKM binaan yang merupakan alumni Program Creative Business Incubator (CBI), yakni Pucok dari Aceh, Koto Batu dari Banten, Marline Indonesia, Arae, Winkle World, dan Delta dari Jawa Barat, Cloth Inc dari DKI Jakarta, Eboni Watch dan Shalda dari Jawa Tengah, Ulur Wiji dari Jawa Timur, serta Kominela dari Bali.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Apriliyanto menyampaikan, fasilitasi keikutsertaan IKM dalam pameran ini merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman langsung kepada pelaku usaha dalam memanfaatkan pameran sebagai sarana promosi, pemasaran, sekaligus pengembangan jejaring bisnis.

“Selama lima hari pelaksanaan pameran, 11 IKM binaan BPIFK berhasil membukukan penjualan lebih dari 460 produk dengan total nilai transaksi melampaui Rp100 juta. Selain penjualan langsung, partisipasi tenant BPIFK juga menghasilkan sejumlah potensi kerja sama business-to-business atau B2B setelah pameran,” ujar Dickie.

Baca juga: Kemenperin gelar pameran produk pengusaha muslim fesyen hingga kuliner

Baca juga: Menperin: IKM produk muslim RI berpeluang besar masuk pasar dunia

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.