Jakarta (ANTARA) - Honor telah secara resmi merilis Robot Phone, yang daya tarik utamanya ada pada kamera gimbal robotik yang dapat bergerak secara fleksibel.

Menurut siaran Gizmochina pada Rabu (13/8), Honor Robot Phone dilengkapi sistem kamera lengkap yang terintegrasi pada bodi perangkat.

Honor menyebut alat penggerak kamera pada ponsel itu sebagai gimbal berbahan paduan titanium. Komponen ini diklaim dibuat menggunakan titanium kelas industri dirgantara.

Ukuran alat penggerak kamera itu telah diperkecil hingga 65 persen dari gimbal pada kamera konvensional.

Motor penggerak kamera pada Honor Robot Phone beratnya hanya 2,6 gram, tetapi mampu memutar kamera dengan kecepatan hingga 360 derajat per detik.

Sistem tersebut dirancang agar kamera dapat mengikuti objek yang bergerak cepat, termasuk memindahkan arah kamera secara mendadak.

Honor menyebut struktur penggerak kamera mungil itu mencakup lebih dari 100 komponen presisi, melalui lebih dari 60 proses produksi, dan didukung lebih dari 100 paten yang dikembangkan oleh perusahaan.

Kamera Honor Robot Phone terdiri atas kamera utama 200 megapiksel yang dipasang pada gimbal, kamera ultrawide 50 megapiksel dengan sudut pandang 122 derajat, serta kamera telefoto periskop 200 megapiksel dengan kemampuan zoom optik 2,7 kali.

Honor membangun chip pemrosesan gambar yang dinamai Driving Light H1 untuk ponsel tersebut.

Honor juga bekerja sama dengan perusahaan kamera profesional ARRI untuk menghadirkan fitur video kelas profesional pada Robot Phone, yang mendukung format ARRI LogC3 serta berkas pengaturan warna LUT.

Selain itu, Honor memperkenalkan fitur ARRI Look yang memungkinkan pengguna menerapkan efek warna bergaya sinematik dengan satu sentuhan.

Sementara itu, ARRI Cinema Mode yang lebih canggih mencakup kemampuan seperti pemantauan false color, focus peaking, dan pilihan rasio gambar sinematik.

Baca juga: Spesifikasi lengkap Honor Robot Phone terungkap jelang peluncuran

Honor membekali Robot Phone dengan sistem kecerdasan artifisial.

Mode YOYO Pro pada perangkat tersebut diklaim bisa menjalankan lebih dari 100 tahapan pekerjaan hanya berdasarkan satu perintah pengguna.

Honor bekerja dengan model bahasa besar Qwen milik Alibaba guna mengembangkan solusi kecerdasan artifisial yang dioptimalkan untuk perangkat seluler.​​​​​​​

YOYO Pro tidak hanya dirancang sebagai asisten suara. Sistem ini dapat memahami konteks, mengenali kondisi emosional, serta mempelajari kebiasaan penggunaan dan lingkungan sekitar pengguna.

Honor menyediakan YOYO Skills Store bagi pengguna yang ingin menambahkan kemampuan baru ke perangkat.

Pengembang dan kreator dapat memanfaatkan lebih dari 100 sumber daya sistem untuk membuat fitur mereka sendiri.

Baca juga: Honor Robot Phone dibekali kamera 200MP dan chip pencitraan baru

Honor Robot Phone menggunakan layar LTPO datar berukuran 6,31 inci dengan resolusi 2.640 x 1.216 piksel. Layarnya memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 6.800 nit dan menggunakan lapisan AR reflektif.

Robot Phone menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm dan hadir dengan pilihan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan internal hingga 1 TB.

Honor memasang empat mikrofon yang didukung algoritma penangkapan suara cerdas berbasis kecerdasan artifisial pada sistem audio ponsel agar arah penangkapan suara bisa mengikuti arah kamera.

Kombinasi kamera mekanis dan baterai berkapasitas besar membuat Robot Phone memiliki bobot 248 gram. Namun, Honor bisa membuat bodinya hanya setebal 9,59 milimeter.

Honor Robot Phone akan dipasarkan secara resmi mulai 18 Agustus 2026.

Ponsel tersebut tersedia dalam pilihan warna Star Trail Silver dan Moon Shadow Gray serta hadir dengan dua opsi konfigurasi memori.

Di China, varian ponsel dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 512 GB harganya 9.999 yuan atau sekitar Rp26,4 juta sedangkan ponsel dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 1 TB dijual 12.999 yuan atau sekitar Rp34,4 juta.

Baca juga: iPhone Air 2 diperkirakan hadir dengan peningkatan chip dan kamera

Baca juga: Samsung dikabarkan uji sensor kamera 50MP Sony pada Galaxy S27

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.