Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak di daerahnya.

"Peresmian Sekolah Rakyat Lampung Timur bukan sekadar seremoni peluncuran satuan pendidikan baru, tetapi momentum untuk membuka harapan bagi anak di Lampung agar dapat tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi tanpa dibatas​​​​​​i oleh kondisi ekonomi keluarga," ujar Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah, sekaligus pembuktian bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menghambat mimpi anak.

"Setiap anak memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk bermimpi serta menentukan masa depannya. Karena itu cita-cita anak tidak boleh dibatasi oleh keadaan sosial maupun ekonomi keluarga," katanya.

Dia menjelaskan adanya Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur diharapkan tidak hanya melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik tapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, sehat jasmani dan rohani, peduli terhadap sesama, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya.

"Mari kita semua memastikan bersama bahwa tidak boleh ada anak yang tertinggal dan tidak dapat mengakses pendidikan," ucap dia.

Menurut dia, dengan lingkungan pendidikan yang baik dapat membangun rasa percaya diri sekaligus mengembangkan potensi peserta didik.

"Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat dalam menghadirkan Sekolah Rakyat dengan memberikan dukungan fasilitas pendidikan yang memadai. Dan fasilitas tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan karakter siswa," tambahnya.

Baca juga: Wamensos cek progres pembangunan SR Probolinggo hingga Polewali Mandar

Baca juga: Siswa sekolah rakyat Surabaya antusias sambut MPLS

Baca juga: Mensos minta kepsek SR tuntaskan MPLS dengan baik

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.