Transparansi dalam informasi pinjaman untuk membangun kepercayaan kepada masyarakat.
Jakarta (ANTARA) - Direktur Keuangan PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Valentina Juveline mengatakan industri pinjaman daring (pindar) semakin menjadi pilihan sumber pembiayaan bagi masyarakat, khususnya mereka yang belum terlayani secara optimal oleh layanan keuangan formal.
“Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa outstanding pembiayaan industri pinjaman daring pada bulan Juni tahun 2026 telah mencapai Rp105,14 triliun atau tumbuh sebesar 25,88 persen secara tahunan,” ujarnya dalam agenda Peluncuran Kampanye Transparansi AdaKami, di Jakarta, Kamis.
Pertumbuhan ini disebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan terus meningkat. Namun, katanya lagi, semakin besar industri ini bertumbuh, semakin besar pula tanggung jawab pihaknya untuk memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berjalan sering dengan perlindungan konsumen.
Salah satu yang dikampanyekan oleh AdaKami adalah transparansi dalam informasi pinjaman untuk membangun kepercayaan kepada masyarakat.
“Konsumen berhak mengetahui seluruh informasi dalam menggunakan produk yang akan digunakan sebelum mengambil keputusan, mulai dari bunga, biaya, tenor, hingga struktur cicilan. Dengan informasi yang jelas dan mudah dipahami, masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka,” ungkap Valentina.
Prinsip ini juga dinyatakan sejalan dengan Peraturan OJK Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen di sektor jasa keuangan yang menempatkan keterbukaan informasi sebagai salah satu prinsip utama dalam penyelenggaraan layanan keuangan.
“Atas dasar itulah hari ini kami menekankan kembali komitmen kami melalui kampanye Buka-Bukaan (yang menjadi inisiatif AdaKami dalam memperkuat pilar pelindungan konsumen),” kata dia pula.
Baca juga: OJK didorong siapkan mitigasi risiko kredit macet industri pindar
Baca juga: OJK: Laba industri pindar naik 10,14 persen pada Juni 2026
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.