Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara di Jakarta pada Jumat pagi ini menduduki posisi lima besar sebagai kota dengan udara terburuk di dunia dan masuk kategori udara tak sehat.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 08.10 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di posisi keempat terburuk di dunia dengan angka 170 atau masuk dalam kategori tidak sehat.
Polusi udara Jakarta yakni PM2.5 dan nilai konsentrasi 80.3 mikrogram per meter kubik.
Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif, karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif, atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Sementara itu, kategori tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.
Lalu, kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Kemudian, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kampala, Uganda yang berada di angka 186, urutan kedua Kuching, Malaysia di angka 174, ketiga Lahore, Pakistan di angka 171, urutan kelima Doha, Qatar di angka 164.
Namun demikian, masyarakat tetap direkomendasikan untuk selalu mengenakan masker saat di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor dan menyalakan penyaring udara.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.
Pertama yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI.
Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.
Baca juga: Langkah-langkah untuk mencegah gangguan pernapasan semasa kemarau
Baca juga: 10 penyakit yang bisa dipicu polusi udara, dari asma hingga stroke
Baca juga: Ahli kesehatan sebut 60 persen penyakit berkaitan dengan polusi udara
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.