Selama saya menjalani kegiatan cuci darah di sini (RSUD KHZ Mustofa), pelayanan dari dokter dan perawat sangat ramah, selalu memberikan semangat kepada kami
Jakarta (ANTARA) - Dua kali dalam sepekan, Herna Sumiratna (41) melangkahkan kaki menuju ruang hemodialisis di RSUD KHZ Mustafa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam tiga tahun terakhir ia harus bolak balik secara rutin untuk menjalani terapi cuci darah usai penyakit hipertensi yang dideritanya berubah menjadi gagal ginjal kronis.
Di balik perjuangan tersebut, Herna mengaku bersyukur karena tidak perlu khawatir biaya pengobatan karena terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Rutinitas yang tidak pernah ada di benaknya tersebut kini menjadi lembar perjuangan untuk tetap menjalani hidup, dengan dukungan penuh dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjamin layanan kesehatannya.
Saat ditemui di tengah-tengah aktivitas ia yang harus melakukan cuci darah. Wanita yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) tersebut menceritakan semua bermula ketika hipertensi yang diderita oleh dirinya tidak kunjung terkontrol.
Baca juga: Pensiunan tentara terbantu JKN-KIS biayai istri terapi hemodialisa
Sampai pada suatu hari dia harus menerima kenyataan saat dokter mendiagnosisnya mengalami gagal ginjal kronis akibat penurunan fungsi ginjal.
“Diagnosis tersebut membuat saya begitu kaget dan terpukul,” kata Herna dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Sejak saat itu setiap hari Selasa dan Jumat adalah jadwal rutin yang harus dilaksanakan Herna untuk menjalani terapi. Derau suara mesin cuci darah di ruangan hemodialisis membuat dia menerima kenyataan bahwa terapi ini adalah menjadi bagian dari hidupnya.
“Selama saya menjalani kegiatan cuci darah di sini (RSUD KHZ Mustofa), pelayanan dari dokter dan perawat sangat ramah, selalu memberikan semangat kepada kami,” ucapnya.
Bagi Herna, Program JKN menjadi penopang utama dalam menjalani pengobatan tanpa harus memikirkan biaya pelayanan kesehatan. Hal inilah yang membuatnya bersyukur, lebih tenang, dan lebih fokus dalam menjalani terapi hemodialisis secara rutin.
Baca juga: Maria puji pelayanan hemodialisa JKN-KIS sangat baik
Menurut dia, Program JKN tidak hanya menjadi pelindung bagi dirinya, melainkan juga keluarganya. Wanita asal Singaparna itu berharap program ini dapat terus bertahan dan tidak lekang oleh waktu sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Terkhusus untuk pengidap penyakit kronis, saya yakin mereka juga merasakan hal yang sama dengan saya. Berkat JKN, perlindungan kesehatan kami terjamin dan tidak perlu khawatir akan biaya,” ujar Herna.
Herna mengapresiasi BPJS Kesehatan dan RSUD KHZ Mustofa yang telah memberikan pelayanan terbaik terhadapnya. Ia berharap pelayanan yang sudah dia rasakan selama ini dapat dipertahankan sehingga manfaat JKN yang dirasakan oleh masyarakat semakin baik lagi.
“Semoga yang baik dipertahankan dan yang kurang ditingkatkan. Mari menjadi peserta JKN agar kesehatan kita terlindungi dan seandainya sakit pun tidak perlu lagi khawatir akan biaya,” kata Herna.
Baca juga: Welminah pasien gagal ginjal bersyukur nikmati program JKN-KIS
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.