Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi bergerak sideways (mendatar) di tengah pelaku pasar mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

IHSG dibuka melemah 5,18 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.296,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 626,62.

"Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari dalam negeri, pelaku pasar tentunya mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, serta dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Baca juga: BEI pastikan terus jalin komunikasi dengan MSCI usai tinjauan Agustus

Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI melaporkan bahwa Program Kerja Prioritas Nasional 2027 terdiri dari delapan klaster, diantaranya kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, pelaku pasar akan mencermati target pertumbuhan, defisit, asumsi kurs Rupiah, strategi pembiayaan, serta program pemerintah yang dapat mendorong konsumsi dan investasi.

Dari mancanegara, data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) periode Juli 2026 berada di level 3,4 persen year on year (yoy), sementara core CPI turun menjadi 2,5 persen (yoy).

Sementara, indeks Producer Price Index (PPI) AS stagnan pada Juli 2026 dari deflasi sebesar 0,1 persen month to month (mtm) pada Juni 2026 dan dibandingkan dengan ekspektasi pasar yang sebesar 0,2 persen (mtm).

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.