Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Jamal Mirdad mengharapkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mampu mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih maju sekaligus menjaga perdamaian.

Jamal mengatakan kepemimpinan nasional perlu diarahkan pada upaya memperkuat kemajuan Indonesia dengan tetap menjadikan perdamaian sebagai bagian penting dalam pembangunan.

"Yang pastinya bersama Bapak Presiden, ya kan, dan kita juga memilih Bapak Presiden dan Wakil Presiden untuk menjadi pemimpinnya yang lebih terlibat, lebih luar biasa, lebih maju. Untuk kedamaian," kata Jamal di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang Presiden Prabowo menyampaikan pidato dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang salah satunya beragendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pidato, pemerintah juga akan menayangkan video capaian kinerja pemerintah.

Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memiliki tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Tema tersebut menjadi momentum bagi lembaga negara untuk menyampaikan capaian sekaligus arah kebijakan pembangunan nasional dalam mewujudkan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran masyarakat.

Baca juga: Presiden Prabowo tiba di Kompleks Parlemen untuk pidato kenegaraan

Baca juga: Prabowo akan berpidato kenegaraan dan penyampaian RAPBN 2027

Baca juga: Ahmad Dhani berharap pidato kenegaraan fokus pada Pasal 33 UUD 1945

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.