Populasi badak jawa di TNUK 63 ekor

Populasi badak jawa di TNUK 63 ekor

Dokumentasi--Badak Jawa (rhinoceros sondaicus) melintas melewati garis inframerah camera trap atau kamera jebak di hulu Sungai Cigenter, Kawasan Taman Nasional Ujungkulon (TNUK), Banten pada foto tahun 2010. (ANTARA/HO-TNUK)

Pandeglang (ANTARA News) - Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Mamat Rahmat mengatakan berdasarkan hasil perhitungan kumulatif jumlah populasi badak jawa atau badak bercula satu yang hidup di TNUK sebanyak 63 ekor.

"Berdasarkan hasil monitoring yang kita lakukan pada 2015, jumlah populasi badak jawa di TNUK 63 individu, meliputi 35 ekor jantan dan 28 ekor betina," katanya saat sosialisasi perkembangan populasi badak jawa di Pandeglang, Kamis.

Kalau dilihat berdasarkan umur, kata dia, dari total populasi yang ada, sebanyak sembilan individu diantaranya anak dan 54 individu remaja dan dewasa.

Ia menyatakan pada 2011 Balai TNUK mulai menggunakan teknologi baru dalam melakukan monitoring badak jawa, dengan menempatkan 40 kamera video yang bekerja secara otomatis dengan sensor gerak pada lokasi yang sering dikunjungi badak.

Kemudian, pada 2015 yang dibantu oleh WWF Indonesia sudah dikembangkan sebanyak 100 kamera video trap di semenanjung Ujung Kulon dan telah memperoleh sebanyak 14.523 klip video dari 691 video badak jawa.

Mamat juga menyatakan walaupun secara umum Balai TNUK di bawah Kementerian Kehutanan, tetapi secara administratif merupakan binaan Bupati Pandeglang.

"Maka dari itu kami mengharapkan masukan-masukan baru untuk kami tentang TNUK yang merupakan warisan dunia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sejak tahun 1992," ujarnya.

Ia juga berharap hubungan baik Pemerintah Pandeglang dengan Balai TNUK semakin bersinergi sesuai dengan moto Balai TNUK, yakni "Hutan lestari, rakyat sejahtera".

Staf Ahli Bupati Pandeglang Bidang Ekonomi dan Pembangunan Girgijiantoro menyatakan pemkab mendukung upaya penyelamatan badak jawa yang hidup di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

"Kita mendukung upaya yang dilakukan Balai Taman Nasional Ujung Kulon dalam menyelamatkan badak jawa, yang hanya ada di TNUK," katanya.

Ia juga menyatakan telah meminta warga Pandeglang, terutama yang tinggal di sekitar kawasan TNUK untuk membantu petugas Balai TNUK menyelamatkan hewan langka yang statusnya sangat dilindungi itu.

Badak jawa atau bisa disebut badak bercula satu juga merupakan lambang Kabupaten Pandeglang.

Pewarta: Sambas
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Populasi Badak Jawa di TN Ujung Kulon terbanyak sejak tahun 1967

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar