Jakarta (ANTARA) - Petarung Ian Machado Garry menanggapi cemoohan publik dalam konferensi pers menjelang pertarungan melawan juara kelas welter (77,1 kg) Ultimate Fighting Championship (UFC) Islam Makhachev dengan berjanji merebut sabuk tersebut.

"Sabtu malam nanti sabuk (kelas welter UFC) itu akan melingkari pinggang saya dan kalian semua akan berubah. Akan ada teriakan 'ayo Garry', aku juga menyayangimu," kata Ian Machado Garry dalam laporan MMA Fighting yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Garry memberikan pujian kepada Islam Makhachev menjelang pertarungan utama mereka pada UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, AS, Sabtu (15/8) waktu setempat.

Namun, petarung kelas welter asal Irlandia itu tidak mendapatkan sambutan hangat yang sama dari penonton Philadelphia pada konferensi pers prapertarungan.

Sejak pertama kali menyentuh mikrofon, Garry langsung dihujani cemoohan dari penonton yang riuh. Dia berusaha untuk tidak terlalu terpancing, tetapi dia juga membalas dengan prediksinya tentang bagaimana para penggemar akan memperlakukannya setelah Sabtu malam.

Meskipun dia tidak pernah benar-benar terlibat adu argumen dengan Makhachev selama konferensi pers, Garry banyak berkomentar tentang kerumunan orang karena mereka berulang kali meneriakkan kata-kata kasar setiap kali dia mencoba berbicara.

Baca juga: Jelang duel, juara UFC Makhachev sebut Garry bukan lawan terberat

Di tengah semua itu, Garry tetap tersenyum, tetapi dia juga memastikan untuk memberi tahu para penggemar bahwa tidak ada yang benar-benar mengganggunya, apa pun yang dikatakan di atas panggung.

"Aku sama sekali tidak peduli. Aku tidak peduli sama sekali. Anakku ada di sini tertawa, tersenyum, dan membuat ekspresi lucu. Aku sedang mewujudkan mimpiku. Islam ada di sini. Aku bisa tampil pada Sabtu malam dan bertarung memperebutkan gelar juara dunia," katanya.

Garry mengatakan telah memimpikan momentum pertarungan tersebut ketika masih berusia 16 tahun. Ia bermimpi menjadi petarung yang memiliki kemampuan untuk bertarung memperebutkan gelar juara dunia UFC.

"Akhir pekan ini, pada tanggal 15 Agustus di Philadelphia, Pennsylvania, semua mimpi saya menjadi kenyataan, dan tidak seorang pun dapat mengambilnya dari saya," katanya.

Baca juga: CEO UFC tak sabar menantikan penampilan petarung Indonesia Bilal Hasan

Sementara itu, Makhachev menerima reaksi yang berlawanan dari kerumunan, dengan sorakan yang sangat keras setiap kali dia berbicara.

Meskipun tidak ada permusuhan nyata terhadap Garry selama konferensi pers, juara asal Dagestan, Rusia itu menyampaikan pendapatnya tentang alasan di balik sambutan dingin dari para pendukung Philadelphia kepada lawannya.

"Tidak, saya tidak terkejut (mereka mencemoohnya). Saya tahu. Tidak ada yang menyukai Ian Garry, termasuk saya sendiri. Karena orang-orang bingung negara mana yang Anda wakili. Brasil atau Irlandia? Orang-orang tidak tahu. Orang-orang tahu siapa yang harus mereka dukung," katanya.

Garry kemungkinan akan menerima sambutan serupa ketika ia memasuki arena pada Sabtu malam saat ia mencoba membuat kejutan untuk menjadi juara, sementara Makhachev mencoba memecahkan rekor Anderson Silva untuk kemenangan beruntun terbanyak dalam sejarah UFC dengan 17 kemenangan berturut-turut sekaligus mengincar pertahanan gelar pertamanya sebagai juara kelas welter.

Baca juga: Bilal Hasan, taekwondoin yang jadi petarung Indonesia di UFC

Baca juga: Menang TKO 45 detik di DWCS, Bilal Hasan dapatkan tiket ke UFC

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.