Jakarta (ANTARA) - PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) memperkuat literasi dan inklusi keuangan asuransi bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui program Pelatihan Penguatan Tata Kelola Keuangan, Kemandirian Finansial, dan Sustainability PKBM.

“Risiko itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, yang mungkin akan berdampak pada kita ataupun harta benda yang kita miliki. Maka BRI Insurance berkomitmen untuk selalu menggencarkan literasi dan inklusi keuangan asuransi demi masa depan masyarakat,” kata Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Budi menilai penguatan kapasitas PKBM tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman terkait peran asuransi dalam mengelola keuangan sekaligus mengembangkan potensi unit usaha secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu bentuk pelatihan yang diberikan oleh BRI Insurance adalah Financial Management System dan Digitalisasi Unit Usaha Edukatif di Provinsi Banten.

Pelatihan tersebut menyoroti pentingnya tata kelola keuangan sebagai salah satu fondasi dalam membangun kemandirian dan keberlanjutan lembaga pendidikan masyarakat.

Budi mengatakan, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berkaitan dengan tertib administrasi dan pencatatan, tetapi juga berperan dalam mendukung perencanaan, pengambilan keputusan, serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki lembaga.

Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan organisasi di era digital, pelatihan turut memperkenalkan pemanfaatan Financial Management System (FMS) dan digitalisasi unit usaha edukatif.

Penerapan sistem tersebut diharapkan dapat membantu PKBM membangun proses pengelolaan keuangan yang lebih sistematis, efisien, dan mudah dipantau, sekaligus mendukung pengembangan unit usaha sebagai salah satu potensi sumber pendapatan lembaga.

Digitalisasi unit usaha edukatif juga memberikan peluang bagi PKBM untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungannya.

“Dengan pengelolaan yang terarah, unit usaha dapat dikembangkan tidak hanya sebagai aktivitas pendukung, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian finansial dan keberlanjutan operasional lembaga,” ujar Budi.

“Kehadiran BRI Insurance menjadi bagian dari keterlibatan perusahaan dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pengembangan kemampuan pengelolaan, serta pemanfaatan teknologi,” katanya menambahkan.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah entitas dalam ekosistem BRI Group, yaitu BRI, BRI Insurance, dan anak Perusahaan BRI Group lainnya.

“Sinergi tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui penguatan tata kelola serta pemanfaatan solusi yang relevan dengan kebutuhan lembaga,” katanya.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.