Jakarta (ANTARA) - Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Barat Alfiansyah Bustami alias Komeng menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki konsep yang baik sehingga perlu terus didukung dengan pelaksanaan yang optimal.
"Sebenarnya semua program Presiden bagus. Cuma yang kerjanya saja pada enggak bener. Makanya mudah-mudahan yang sekarang sadar, ya? Mudah-mudahan bagus, karena memang MBG bagus, konsepnya juga bagus," kata Komeng di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Komeng mengharapkan pelaksanaan MBG ke depan dapat berjalan lebih baik setelah Sudaryono dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menilai perbaikan pelaksanaan diperlukan agar konsep program tersebut dapat memberikan manfaat sebagaimana tujuan yang diharapkan pemerintah.
Selain menanggapi MBG, Komeng juga menyinggung ketahanan pangan nasional di tengah situasi kawasan. Ia mengatakan Indonesia patut bersyukur memiliki ketersediaan pangan sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada impor beras.
Ia menyoroti kondisi geopolitik dan ketahanan pangan Indonesia yang dinilainya perlu terus diperkuat agar kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi secara mandiri.
Komeng menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 yang digelar dalam rangka menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Pemerintah juga menampilkan video capaian kinerja pemerintah.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Baca juga: DPD RI tampilkan video Capaian Kepemimpinan Presiden RI 2026
Baca juga: DPD komitmen menjadi lembaga perajut kebhinekaan daerah
Baca juga: DPD RI: Kepemimpinan Presiden Prabowo babak baru sejarah Indonesia
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.