Jakarta (ANTARA News) - Seruan Indosat Ooredoo menggalang operator lain seperti XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia dan Smart Telecom untuk menghadang dominasi Telkomsel menuai kritik dari Asosiasi Pengusaha Nasional Telekomunikasi (Apnatel).

"Ajakan yang disampaikan Presiden Direktur Indosat Ooredoo Alexander Rusli kepada operator lainnya untuk menghadang Telkomsel merupakan tindakan yang tidak etis," kata Ketua Umum Apnatel Triana Mulyatsa, saat berbincang dengan Antara di Jakarta, Kamis.

Menurut Triana, dalam menghadapi kondisi pasar yang tingkat kompetisinya dirasakan berat tidak sepatutnya Alexander Rusli mengajak operator seluler lainnya untuk sama-sama melawan dominasi Telkomsel.

Sebelumnya diberitakan, Indosat Ooredoo menuding Telkom melakukan diskriminasi dalam berbisnis sehingga menjadi pemain yang dominan, terutama di luar Pulau Jawa.

Indosat menengarai posisi Telkomsel sudah terlalu besar di luar Jawa yang menguasai pasar hingga 80 persen, sehingga jika aturan tidak diubah dalam tiga tahun bisa naik 90 persen.

Menanggapi hal itu, Triana mengatakan, jika Indosat sudah merasa kalah bersaing dan tidak mampu lagi menghadapi kompetisi di luar Pulau Jawa sesuai lisensi nasional yang dimilikinya, sebaiknya mundur saja jangan mengajak pihak lain untuk menekan operator lain yang menurutnya tumbuh sangat baik.
 
"Kita melihat dan merasakan, bahwa Telkomsel secara konsisten sejak berdiri sudah melakukan investasi besar-besaran untuk menambah coverage, peningkatan kualitas, memperbanyak kemudahan kepada pelanggannya dengan selalu update teknologi, sehingga kinerja keuangannya tumbuh pesat seperti saat ini," katanya.

Pertumbuhan yang dijalankan Telkomsel disetorkan kepada negara melalui induknya yaitu Telkom sebagai BUMN yang saat ini sebagian besar sahamnya masih dimiliki pemerintah. Dalam catatan, Telkomsel setiap tahunnya menyumbang pajak ke negara lebih dari Rp20 triliun.

"Sedangkan Indosat siapa pemegang saham mayoritasnya? Jika Telkomsel disetop supaya Indosat menjadi besar rakyat negara mana yang akan menikmati? Mari kita melihat semua ini dengan jernih dan fokus saja melayani pelanggan serta mengabdi bagi negeri. Bulan Ramadan ini bulan baik, kenapa malah ribut," sarannya.

Sementara itu, dalam analisa harian yang dibuat Mandiri Sekuritas meyakini bahwa dominasi Telkomsel pada pangsa pasar di luar Jawa tidak datang dalam semalam, karena merupakan hasil dari investasi panjang dalam pembangunan infrastruktur jaringan base transceiver station (BTS), sementara operator lain hanya fokus di Pulau Jawa.

Kurangnya komitmen dalam membangun infrastruktur jaringan oleh operator lain telah menyebabkan layanan jaringan yang buruk, sehingga sulit bagi mereka untuk bersaing dengan Telkomsel. Perhatikan bahwa Telkomsel memiliki sekitar 110 ribu BTS dibandingkan 59 ribu BTS dari XL dan 53 ribu BTS dari Indosat.

(T.R017/A026)

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2016