Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi Andreas Hugo Pareira menyatakan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto cukup baik, namun pelaksanaan dan dampaknya bagi masyarakat tetap perlu diperhatikan.

Penilaian tersebut disampaikan Hugo yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

"Ya kalau saya sih, perhatikan Bapak Presiden pidato sih bagus, ya selalu bagus kan. Artinya, apa yang dipidatokan dan tadi juga beliau menyampaikan banyak hal yang progres yang bagus," kata Hugo.

Menurut ia, substansi yang disampaikan Presiden dalam pidato kenegaraan perlu dilihat bersama dengan realisasi capaian pemerintah di lapangan.

Penilaian tersebut juga perlu mempertimbangkan sejauh mana kebijakan yang dijalankan benar-benar dirasakan masyarakat.

Andreas mengatakan respons masyarakat menjadi salah satu hal penting untuk melihat kesesuaian antara capaian yang disampaikan pemerintah dan kondisi yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Persoalannya kan tinggal apa yang dicapai dan apa yang dirasakan, itu aja. Artinya, antara ya yang disampaikan dengan yang dirasakan masyarakat ya, tinggal masyarakat memberikan respon terhadap itu," ujarnya.

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan RI bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."

Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Agenda tersebut mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Baca juga: Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR (Bagian 1)

Baca juga: Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR (Bagian 2)

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.