Yerusalem/Istanbul (ANTARA) - Penasihat senior Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, berencana mengunjungi Israel pekan depan bersama Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian (BoP) untuk Gaza, guna membahas kelanjutan rencana AS untuk wilayah tersebut.
Menurut Axios, Kushner dan Mladenov dijadwalkan bertemu kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu serta sejumlah pejabat untuk membahas penerapan tahap selanjutnya dari rencana tersebut dalam beberapa bulan mendatang.
Sebelumnya pada Minggu, Netanyahu menolak rencana 15 poin untuk Gaza yang telah disetujui BoP dan diterima Hamas. Ia menegaskan bahwa kelompok Palestina tersebut harus dilucuti terlebih dahulu sebelum Israel melakukan penarikan lebih lanjut dari Gaza.
Sikap itu disampaikan meski peta jalan yang dikeluarkan BoP pada 31 Juli menetapkan pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dilakukan bersamaan secara bertahap.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Washington dan Israel memiliki tujuan strategis yang sama, tetapi Israel masih menyampaikan sejumlah keraguan terhadap rencana tersebut.
"Kami melihat tujuan strategis yang sama, tetapi Israel telah menyatakan beberapa keraguan mengenai rencana tersebut dan kami ingin berbicara dengan mereka untuk memastikan koordinasi," kata pejabat itu.
Menurut laporan tersebut, Gedung Putih tidak ingin pemilu Israel menghambat penerapan tahap berikutnya dari rencana untuk Gaza.
Pejabat AS lainnya mengatakan pemerintahan Trump memahami kebutuhan politik Netanyahu selama proses tersebut asal tidak menghambat pelaksanaan kebijakan yang telah disepakati.
"Kami tidak mempermasalahkannya selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama terkait dengan menahan serangan di Gaza," kata pejabat tersebut.
Pejabat Hamas Ghazi Hamad sebelumnya mengatakan kepada Anadolu bahwa kesepakatan tersebut mengatur "penyimpanan senjata berat" di bawah kewenangan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, seiring dengan kemajuan penerapan komponen kesepakatan lainnya.
Peta jalan tersebut juga mencakup pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta penempatan senjata di bawah kewenangan komite nasional dengan pengawasan internasional.
Langkah-langkah tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan penarikan pasukan Israel secara bertahap dan pembangunan kembali Gaza.
Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza yang didukung AS telah menewaskan sekitar 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.
Serangan tersebut juga merusak atau menghancurkan hampir 90 persen infrastruktur di Jalur Gaza.
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.