Jakarta (ANTARA) - Warga Gang Jalan Timo Terusan RT 11/RW 03, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan bernama Saepul Rohman (62), menyulap tumpukan galon bekas menjadi pot dan hiasan untuk perayaan HUT 81 Republik Indonesia.
"Awalnya banyak galon-galon bekas. Saya kepikiran bikin pot saja, biar lingkungan bagus, biar hijau," kata Saepul kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Warga yang akrab disapa Bang Ipul itu memanfaatkan galon bekas yang diberikan secara sukarela oleh warga di lingkungannya.
Berbekal cat dan kreativitas, galon-galon tersebut disulap menjadi berbagai bentuk, mulai dari pot tanaman, burung dan ondel-ondel.
Ia mengaku kegiatan tersebut bermula sekitar empat tahun lalu dan awalnya hanya dilakukan sebagai kegiatan iseng di sela pekerjaannya dalam bidang dekorasi pernikahan.
Setelah membuat sejumlah pot, Saepul mulai mencoba membuat berbagai bentuk lainnya.
Karyanya kemudian mendapat perhatian warga yang mulai menyimpan galon bekas untuk diberikan kepadanya.
"Kalau ada botol disimpan. Pas ada saya, 'Ipul, nih ada galon banyak'. Jadi dukungan warganya bagus," ujarnya.
Memasuki momentum HUT 81 RI, Saepul kemudian berinisiatif membuat berbagai hiasan dari barang bekas yang dapat digunakan untuk mempercantik lingkungan.
Tidak hanya galon, ia juga memanfaatkan sejumlah barang bekas lain, termasuk wadah bekas cat bangunan. Barang-barang tersebut dibersihkan terlebih dahulu sebelum dicat dan digambar.

Menurut Saepul, pembuatan dimulai dengan mencuci galon menggunakan sabun untuk menghilangkan minyak atau kotoran yang dapat membuat cat tidak menempel.
Setelah kering, permukaan diberi cat dasar putih sebelum digambar dan dicat sesuai desain.
Untuk bentuk sederhana, satu karya dapat diselesaikan sekitar 10 menit. Namun, pembuatan karya yang lebih rumit seperti sepasang ondel-ondel dapat memakan waktu hingga dua hari.
Seluruh proses dikerjakan oleh Saepul sendiri beserta modal yang dikeluarkan terutama untuk membeli cat, sedangkan bahan utamanya berasal dari barang bekas pemberian warga.
Sebagian hasil karyanya diberikan kepada warga secara cuma-cuma mulai dari Rp5 ribu. Sementara untuk karya yang dipesan, harganya disesuaikan dengan tingkat kesulitan pembuatannya.
Dengan demikian, Saepul berharap kegiatan tersebut tidak hanya membuat lingkungan lebih menarik, tetapi juga mendorong anak muda untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.
Pria lulusan SMP itu bahkan membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar membuat karya seni dari barang bekas tanpa dipungut biaya.
"Kalau ada yang mau silahkan datang, tidak usah bayar. Yang penting ada bahan dan ada kemauan, saya ajarin," katanya.
Baca juga: Lomba HUT 81 RI di Lapas Cipinang jadi ruang kebersamaan warga binaan
Baca juga: Terminal Lebak Bulus gelar lomba tarik-dorong bus meriahkan HUT 81 RI
Baca juga: Warga Gandaria Utara berlomba wujudkan ketahanan pangan sambut HUT RI
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.