Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengungkapkan pimpinan Danantara layak mendapatkan penghargaan dari Presiden RI atas kerja keras dan capaian yang diraih.
"Menurut saya layak, karena memang BUMN-nya berubah, kinerjanya membaik, labanya meningkat, setoran dividennya juga meningkat. Ya kenapa tidak? Itu bagian apresiasi Presiden kepada pembantunya yang sudah bekerja keras," ujar Andre saat ditemui ANTARA di Jakarta, Jumat.
Dirinya melihat memang para pimpinan Danantara memang bekerja keras luar biasa, bagaimana mereka melakukan rapat maraton dari pagi sampai malam dengan berbagai BUMN untuk mengecek kinerja, progres berbagai BUMN yang ada.
"Dan itu saya mengetahui dan melihat betul bagaimana mereka melakukan review terhadap kinerja, melakukan restrukturisasi, dan juga membentuk model bisnis baru. Ya itu yang dilakukan oleh pimpinan Danantara. Mereka bekerja sangat keras untuk melakukan membenahi BUMN dan kami diberikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) oleh mereka untuk memantau, mengawasi dan juga memberikan masukan. Jadi menurut saya, boleh saja diberikan penghargaan karena memang kinerjanya ada dan terukur," katanya.
Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.
Kegiatan tersebut salah satunya beragendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain pidato, pemerintah juga menayangkan video capaian kinerja pemerintah.
Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memiliki tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Baca juga: Prabowo: S&P nilai positif peran Danantara kelola SDA
Baca juga: NEXT Indonesia: Upstreaming BUMN perkuat pasokan barang dalam negeri
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan khusus kepada pimpinan dan seluruh tim Danantara Indonesia atas kerja dan kontribusinya dalam melakukan pembenahan serta transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Prabowo menilai berbagai pembenahan yang dilakukan telah memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja sejumlah BUMN. Ia pun mengapresiasi langkah Danantara yang dinilai mampu mendorong efisiensi dan peningkatan keuntungan perusahaan negara.
Ia mencontohkan pembenahan di sektor pertambangan timah. Pada akhir 2025, pemerintah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Prabowo kemudian meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut keberadaan aktivitas tambang ilegal tersebut.
Menurut Prabowo, penertiban tambang ilegal tersebut turut berdampak terhadap kinerja PT Timah. Pada enam bulan pertama 2026, keuntungan bersih PT Timah disebut meningkat 804,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, valuasi PT Timah pada Agustus 2026 meningkat 280 persen dibandingkan Agustus 2025.
Prabowo mengatakan pembenahan BUMN dilakukan secara besar-besaran. Pada enam bulan pertama 2026, laba bersih PT Semen Indonesia meningkat 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN 54,4 persen.
Baca juga: Ekonom INDEF nilai Danantara mulai efisienkan BUMN
Baca juga: Komisi VI DPR RI apresiasi pidato Presiden terkait capaian Danantara
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.