Palembang (ANTARA) - Luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mencapai 1.926,2 hektare sepanjang Januari-Juli 2026, meningkat 1.261,4 hektare dibandingkan luasan yang tercatat hingga Juni seluas 664,8 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Ferdian Krisnanto di Palembang, Jumat, mengatakan data tersebut berdasarkan hasil analisis citra satelit kerja sama Kementerian Kehutanan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Luas karhutla Sumsel hingga Juni 2026 mencapai 1.926,2 hektare. Dari luasan karhutla tersebut, seluas 1.857,7 hektare terjadi di lahan mineral dan 68,5 hektare di lahan gambut," katanya.
Baca juga: Dampak asap karhutla, kualitas udara di Palembang sangat tidak sehat
Ia menjelaskan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjadi wilayah dengan luasan karhutla tertinggi, yakni mencapai 516 hektare, Banyuasin dengan luasan karhutla 274,4 hektare, yang terdiri atas 256,9 hektare lahan mineral dan 17,5 hektare lahan gambut.
Kemudian, Ogan Ilir dengan 272,5 hektare, Ogan Komering Ilir (OKI) 230,3 hektare, Musi Banyuasin (Muba) 228 hektare dan 29,1 hektare diantaranya merupakan lahan gambut, serta Muara Enim 141,9 hektare.
Sementara di Musi Rawas Utara (Muratara) tercatat 111,9 hektare dengan 19,9 hektare di lahan gambut, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 57,4 hektare dengan dua hektare di gambut, OKU Selatan 55,2 hektare, dan OKU Timur 23,2 hektare.
Sedangkan luasan karhutla di Prabumulih tercatat 7,3 hektare, Lahat 6 hektare, Palembang 1,5 hektare, dan Musi Rawas 0,6 hektare.
"Lubuklinggau, Pagar Alam dan Empat Lawang tercatat nihil luasan karhutla," ujarnya.
Untuk luasan karhutla Sumsel hingga Juli 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2023-2025.
Pada 2023, luasan karhutla tercatat 1.178,5 hektare, kemudian 963,1 hektare pada 2024, meningkat menjadi 1.382,4 hektare pada 2025. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan 2022 yang mencatat luasan karhutla mencapai 2.445,7 hektare.
Baca juga: Manggala Agni tangani enam titik karhutla di Sumsel
Baca juga: Manggala Agni padamkan karhutla seluas 15 hektare di Ogan Ilir
"Tentunya ini menjadi warning penting. Peningkatan signifikan dan ancaman ke depan dapat terjadi seiring dengan puncak musim kemarau yang terjadi Agustus-September," ujarnya.
Selain itu, kondisi di lapangan semakin menyulitkan upaya pemadaman, karena ketersediaan air mulai menipis, serta operasi modifikasi cuaca (OMC) belum berjalan sesuai target, karena minimnya awan potensial selama musim kemarau.
Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan karhutla perlu terus diperkuat, terutama menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus-September guna mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.