Mengenai kapan akan beroperasi, kita berusaha secepatnya...

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan PT Pertamina Patra Niaga membahas rencana penambahan titik penyaluran BBM jenis Pertalite guna mengatasi antrean kendaraan, khususnya roda dua di sejumlah SPBU Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan rencana penambahan ini merupakan salah satu upaya agar distribusi Pertalite dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini menjadi konsentrasi permintaan masyarakat yang berhak.

"Kita telaah bersama atas adanya rencana pengembangan pembukaan SPBU atau penyalur yang dapat menjadikan kesempatan menyalurkan, khususnya BBM Pertalite di wilayah Kecamatan Balikpapan Timur, yaitu di (Kelurahan) Tritip dan Batakan (Kelurahan Manggar)," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, juga di wilayah Grand City, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara; Majesty, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota; dan Pasar Kebun Sayur, Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat.

Menurut Wahyudi, penambahan titik penyaluran di sejumlah kawasan tersebut diharapkan dapat mengalihkan kepadatan kendaraan, sehingga antrean di SPBU dapat berkurang.

"Masyarakat yang nanti akan bekerja ke Balikpapan bisa membeli BBM di wilayah tersebut. Semoga dapat membantu mengurai antrean yang menjadi keluhan masyarakat. Ini sebagai upaya bersama Wali Kota Balikpapan dan Pertamina Patra Niaga," terangnya di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026).

Wahyudi menambahkan Pemerintah Kota Balikpapan bersama Pertamina Patra Niaga berupaya mempercepat proses penyiapan titik-titik penyaluran tersebut agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

"Mengenai kapan akan beroperasi, kita berusaha secepatnya, semoga upaya terbaik dengan Wali Kota dan Pertamina Patra Niaga dapat membantu dan memfasilitasi yang membutuhkan BBM Pertalite untuk sehari-hari khususnya kendaraan roda dua," katanya.

Wahyudi juga menjelaskan bahwa pelaksanaan di lapangan akan dilakukan secara terkoordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Balikpapan agar konsentrasi kendaraan dapat bergeser ke titik-titik penyaluran baru.

Pertamina Patra Niaga akan menyiapkan sarana, fasilitas, serta aspek teknis penyaluran, sehingga distribusi BBM subsidi dan kompensasi dapat dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menyampaikan apresiasi atas langkah yang ditempuh pemerintah pusat dalam merespons persoalan antrean BBM di wilayahnya.

"Terima kasih BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga, menjawab permasalahan, khususnya antrean BBM khususnya Pertalite yang ada di Kota Balikpapan, roda dua maupun nanti roda empat," ujarnya.

Rahmad berharap upaya tersebut dapat berjalan sesuai harapan dan mendapat dukungan masyarakat.

"Saya, warga Balikpapan juga, mengucapkan terima kasih tentunya kita selalu berpartisipasi menjaga kondisi Kota Balikpapan, menjaga kota kita semua. Harapannya, dari pelaksanaan penguraian antrean BBM ini, kita bisa menekan dan menghilangkan antrean BBM di Kota Balikpapan," sebutnya.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani mengatakan pihaknya segera menyiapkan kesiapan teknis SPBU sesuai arahan yang telah dibahas bersama.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, serta perwakilan Forkopimda Balikpapan.

Baca juga: BPH Migas optimalkan pemanfaatan jargas bagi warga diBojonegoro

Baca juga: BPH Migas dan BPSDM ESDM siapkan pengawas distribusi BBM subsidi

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.