Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan renovasi ratusan ribu sekolah yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis untuk pemerataan pendidikan, sehingga pelaksanaannya perlu memastikan terciptanya lingkungan belajar yang inklusif.
“Rehabilitasi sekolah jangan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak. Kita harus memastikan sekolah benar-benar menjadi ruang belajar yang layak, aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak,” katanya di Jakarta, Jumat.
Hetifah menjelaskan, sejumlah hal yang perlu diperhatikan seperti memastikan terpenuhinya standar kelayakan ruang belajar, sanitasi, air bersih, keamanan, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta ketersediaan fasilitas pendukung pembelajaran.
"Pemerintah juga menargetkan perbaikan 100 ribu sekolah pada 2027 dan 100 ribu sekolah pada 2028, dengan sasaran seluruh sekolah dan pesantren di Indonesia dapat selesai direnovasi pada 2029," katanya.
Baca juga: Kemendikdasmen: Revitalisasi tembus pulau terluar setelah 21 tahun
Program tersebut mencakup berbagai wilayah, termasuk daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Presiden bahkan mencontohkan perbaikan sekolah di Pulau Miangas sebagai salah satu wilayah terluar Indonesia.
Menurut Hetifah, langkah ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan pendidikan. Anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil dan terluar memiliki hak yang sama untuk belajar di sekolah yang aman dan layak sebagaimana anak-anak di perkotaan.
Oleh karena itu, dia pun mengingatkan bahwa rehabilitasi sekolah perlu dimaknai lebih dari sekedar perbaikan bangunan fisik.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan program perbaikan sekolah terus diperluas hingga seluruh sekolah di Indonesia, termasuk sekolah di pesantren, dan proses renovasi ditargetkan rampung pada 2029.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat.
Baca juga: Prabowo: Penghematan Rp300 triliun untuk MBG hingga perbaikan sekolah
"Pada tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren harus selesai kita renovasi," ujarnya.
Prabowo mengatakan pemberian makanan bergizi saja tidak cukup untuk membangun kualitas sumber daya manusia.
Menurut Prabowo, anak-anak Indonesia juga harus mendapatkan pendidikan yang baik dengan didukung fasilitas sekolah yang memadai.
Oleh karena itu, pemerintah menjalankan program perbaikan sekolah dalam skala besar. Prabowo menyebut hingga 2026 sebanyak 71.744 sekolah telah diperbaiki.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 17 ribu sekolah.
Baca juga: Mensesneg: Perbaikan sekolah rusak harus selesai paling lama dua tahun
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.