Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Jawa Barat menyatukan visi dalam rangka mewujudkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang berdampak untuk kesejahteraan umat di wilayah tersebut.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyatakan dirinya mendukung upaya kolaborasi tersebut. Sebab, data menunjukkan Provinsi Jawa Barat memiliki potensi zakat Rp30,69 triliun di tengah kondisi 3,55 juta jiwa atau 6,78 persen penduduknya masih berada dalam kategori miskin.

"Antar-UPZ kita kolaborasi, UPZ dengan LAZ (Lembaga Amil Zakat) kolaborasi, UPZ dengan Baznas kolaborasi, tidak ada yang berat jika kita melaksanakan kerja sama dan semua menjadi berat ketika bekerja sendiri-sendiri," katanya.

Baca juga: Baznas, Danantara, Kemenkop, dan MES sepakati MoU ekosistem zakat

Sodik menyebut Jawa Barat terus menunjukkan peran kepemimpinan yang kuat dalam ekosistem zakat nasional dengan menjadi salah satu provinsi yang mencatatkan jumlah pembentukan UPZ terbanyak.

Ia mengungkapkan Baznas Jawa Barat telah mendirikan 52 UPZ aktif yang didominasi oleh sektor yayasan serta perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Ketua Baznas Jawa Barat Anang Jauharuddin menyoroti peran strategis UPZ di tingkat perguruan tinggi dalam membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembiayaan pendidikan.

Anang menegaskan kehadiran lembaga pengumpul zakat di kampus harus memberikan dampak konkret dan tidak sekadar formalitas administrasi semata, terutama untuk para mustahik di wilayah kampus.

Baca juga: Baznas RI gandeng UI bangun ekosistem zakat di kalangan pekerja seni

"Diharapkan UPZ di perguruan tinggi di antaranya untuk menanggulangi teman-teman mahasiswa yang memang ada kendala dalam soal pembiayaan," ujarnya.

Adapun Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Jawa Barat, Asep Sukmana menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor bersama Baznas untuk menggali potensi zakat sebesar Rp30 triliun guna mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di wilayah tersebut.

Menurut dia, pengelolaan dana umat yang optimal akan memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan sosial dan pendidikan di Jawa Barat.

"Ini kan potensi zakat juga potensi yang tentunya juga bisa berkontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat," ucap Asep Sukmana.

Baca juga: Baznas miliki 35 Rumah Sehat Baznas untuk pelayanan kesehatan gratis
Baca juga: Baznas-CIDE Australia jajaki kerja sama bangun pusat Muslim di Sydney

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.