Jakarta (ANTARA) -
PT Pollux Hotels Group Tbk menjalin kerja sama strategis dengan Marriott International untuk memperkuat bisnis perhotelan sekaligus memperluas jangkauan pasar hospitality di Indonesia.
“Kolaborasi tersebut menggabungkan pemahaman Pollux terhadap karakter pasar lokal dengan jaringan dan standar global yang dimiliki Marriott International,” kata Presiden Direktur PT Pollux Hotels Group Tbk Handojo K Setyadi di Jakarta, Jumat.
Pihaknya melihat Marriott International tidak diragukan lagi di Indonesia, dan di sisi lain, Pollux Hotels Group juga sudah sekian lama mengelola hotel.
“Kekuatan kami untuk market lokal dan pasar Indonesia, kami sangat menguasai,” ucap Handojo.
Menurut dia, sinergi tersebut dapat memperkuat kemampuan Pollux Hotels Group dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun wisatawan internasional.
“Ini yang kami sinergikan agar Pollux Hotels Group tentunya akan menjadi satu market hotel yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, baik dari lokal maupun internasional,” ujar Handojo.
Selain memperluas pasar, kerja sama tersebut juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) perhotelan.
Handojo menegaskan Pollux Hotels Group terus memberikan perhatian terhadap tenaga kerja lokal dalam pengelolaan bisnis hotel.
“Kerja sama dengan Pollux menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan bisnis hospitality dengan memadukan kekuatan pengelolaan dan pemahaman pasar lokal dengan jaringan global Marriott,” tutur Handojo.
Baca juga: Juni 2026, tingkat hunian hotel bintang di Jakarta capai 55,47 persen
Sementara itu, Vice President Hotel Development Asia Pacific Marriott International Ivan Widarmana menilai Indonesia merupakan pasar penting dalam strategi ekspansi jaringan Marriott.
Dia mengatakan Marriott tidak hanya membidik pertumbuhan di kota-kota besar, tetapi juga melihat peluang di kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia.
“Pada 2013, waktu saya join di development team, itu posisi kita pada waktu itu 32 hotel, dan saat ini kita sudah 88 hotel. Dari 88 hotel, saya mulai berkembang, melihat opportunity di Indonesia,” ungkap Ivan.
Perluasan jaringan Marriott ke berbagai daerah itu dilakukan untuk menangkap potensi pertumbuhan pasar sekaligus mendekatkan jaringan hotel kepada konsumen di luar pusat-pusat ekonomi utama.
Marriott telah beroperasi di Indonesia sejak 1991 dan dalam pengembangan jaringan hotelnya, perusahaan mengandalkan standar operasional serta pusat pelatihan untuk menjaga konsistensi kualitas pelayanan di berbagai daerah.
Strategi tersebut turut didukung oleh program loyalitas Marriott Bonvoy. Ivan menyebutkan program tersebut kini memiliki sekitar 300 juta anggota secara global, dengan sekitar 2,5 juta anggota aktif di Indonesia.
“Kalau semua di Indonesia akan ada hotel yang membawa Marriott, berarti mereka ke mana pun bisa memakai loyalty-nya. Nah, ini yang membuat kita semakin tertarik untuk berkembang di Indonesia,” imbuh Ivan.
Baca juga: Pemprov DKI gandeng hotel bidik wisata kebugaran
Baca juga: DKI kuatkan industri pariwisata lewat rencana induk hingga kolaborasi
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.