Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia ke Indonesia sekaligus memperluas perjalanan ke berbagai destinasi melalui kampanye “Go Beyond Ordinary” di Sydney dan Melbourne.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam dan berkualitas sehingga wisatawan Australia mengeksplorasi lebih banyak destinasi di Indonesia, tidak hanya Bali dan Jakarta," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Made menyampaikan Australia merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia. Posisi Australia sebagai pasar strategis ditopang kedekatan geografis, konektivitas penerbangan, serta hubungan bilateral kedua negara.
Baca juga: Wisatawan terdampak penutupan Bromo bisa minta pengembalian dana
Baca juga: Menpar sebut pariwisata RI tumbuh positif berkat strategi adaptif
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Australia menjadi penyumbang wisman terbesar kedua ke Indonesia pada 2025 dengan 1.754.791 kunjungan. Hingga Juni 2026 kunjungan wisman Australia mencapai 864.750 kunjungan atau meningkat 6,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kementerian Pariwisata pun menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara asal Australia mencapai 2,23 juta kunjungan di tahun ini.
Guna menjaga pertumbuhan tren itu, kampanye “Go Beyond Ordinary” dilakukan dengan berbagai rangkaian misi penjualan berlangsung di Rydges World Square, Sydney, pada 5 Agustus 2026 dan dilanjutkan di Oaks Melbourne on Market Hotel, Melbourne, pada 6 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan industri pariwisata Indonesia dengan pelaku industri perjalanan Australia untuk memperluas paket wisata dan peluang transaksi ke berbagai destinasi di Indonesia.
Acara itu menawarkan pengalaman wisata berkualitas, mulai dari wisata alam, budaya, bahari, gastronomi, hingga kebugaran. Diharapkan wisatawan dapat memperluas perjalanan ke lebih banyak destinasi penting untuk meningkatkan manfaat ekonomi pariwisata bagi daerah.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
Dalam misi penjualan tersebut, Kemenpar berkolaborasi dengan asosiasi pariwisata, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Garuda Indonesia Sydney dan Melbourne, serta Melbourne Airport. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempertemukan secara langsung industri pariwisata Indonesia dengan mitra potensial di Australia.
“Dari hasil pertemuan tersebut, Wonderful Indonesia Misi Penjualan pasar Australia di Sydney dan Melbourne berhasil membukukan potensi 3.050 wisatawan dengan potensi devisa sebesar 4,4 juta dolar atau setara sekitar Rp78 miliar,” kata Made.
Baca juga: Desa wisata dipromosikan jadi daya tarik wisata edukasi pada Australia
Baca juga: Kemenpar dorong wisnus saat low season lewat BBWI Travel Fair
Baca juga: Festival Golo Koe perayaan pertemukan iman dan tradisi di Labuan Bajo
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.