Jakarta (ANTARA) -
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mendukung Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 yang berfokus pada pengembangan pendidikan berkarakter dan holistik untuk menghadapi tantangan generasi mendatang.
JK mengapresiasi langkah Pondok Modern Darussalam Gontor yang mulai menyusun peta jalan pendidikan untuk 100 tahun ke depan sebagai terobosan dalam pengembangan pendidikan nasional maupun internasional.
“Saya mendukung acara GIHES. Gontor berpikir untuk ke depan, 100 tahun ke depan,” kata Jusuf Kalla di Jakarta, Sabtu.
“Ini sebagai terobosan yang luar biasa dalam dunia pendidikan nasional maupun internasional,” kata dia.
Ia menilai ini sangat bagus dan baru pertama kali di Indonesia lembaga pendidikan memikirkan untuk 100 tahun ke depan ke depannya bagaimana pendidikan di Indonesia, bahkan di dunia.
Ia mendukung kegiatan ini bermula pada hubungan batin yang sangat kuat dan sejarah panjang keluarganya dengan Pondok Gontor yang telah terbangun sejak masa ayahnya, Haji Kalla, yang memiliki kepercayaan besar terhadap sistem pendidikan di pesantren tersebut.
"Bagi saya dan keluarga, terutama almarhum ayah saya, Gontor selalu menjadi harapan. Tahun 70-an, waktu ayah saya masih hidup, beliau meyakini bahwa sekolah terbaik itu cuma satu, yaitu Gontor.
“Itulah mengapa adik-adik dan kemenakan saya banyak yang menimba ilmu di sana," kata dia.
Sementara Wakil Ketua MPR RI dan juga Ketua Badan Wakaf Gontor Dr. Hidayat Nur Wahid menjelaskan bahwa salah satu fokus utama bahasan GIHES 2026 adalah menjawab fenomena kerapuhan mental yang kian melanda generasi muda dunia.
Menurutnya, pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini belum diimbangi dengan kesiapan karakter dan kepemimpinan yang tangguh.
Ia mengatakan banyak generasi muda saat ini yang sulit berkolaborasi, tidak memiliki etos kerja kuat, dan lemah dalam aspek leadership.
“Kami melihat bahwa pendidikan holistik yang sejati itu ada di pesantren, di mana selama 24 jam penuh santri dibina mental, moral, dan soft skill-nya," kata Hidayat.
Sementara Selaku ketua Panitia GIHES 2026 KH. Adrian Mafatihallah mengatakan GIHES merupakan hasil kolaborasi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) ini dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Ia mengatakan melalui forum GIHES 2026, Gontor berupaya memperkenalkan model pendidikan pesantren yang teruji sebagai solusi global untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas.
GIHES 2026 dirancang menjadi forum berskala internasional dan acara ini tidak hanya dihimpun oleh para pemimpin pendidikan se-Asia, tetapi juga menghadirkan pakar dan pembicara kunci yang merepresentasikan lima benua.
"Kehadiran para tokoh global ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara nilai-nilai luhur pesantren dengan inovasi pendidikan modern, guna menciptakan ekosistem pendidikan dan kesehatan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," kata Hidayat.
Baca juga: Jusuf Kalla bekali siswa baru SMK se Bengkulu kiat siapkan masa depan
Baca juga: Jusuf Kalla kenang Rachmat Gobel sebagai orang baik
Baca juga: Jusuf Kalla sampaikan duka cita atas wafatnya mantan Emir Qatar
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.