Jakarta (ANTARA) - Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengusulkan agar posisi jalur sepeda dapat dibuat lebih tinggi dari permukaan jalan raya untuk menekan potensi penyerobotan oleh kendaraan lainnya.
"Penerapan elevasi khusus (raised bike lanes) dapat menjadi solusi fisik yang efektif. Dengan meletakkan posisi jalur sepeda sedikit lebih tinggi dari permukaan jalan raya atau menyatu dengan trotoar lebar (shared path), potensi penyerobotan oleh pengendara sepeda motor dapat dicegah secara signifikan," kata Djoko di Jakarta, Sabtu.
Djoko menyebut, pepohonan juga bisa ditanam sebagai peneduh ketika pesepeda melintas.
Di samping penyediaan infrastruktur jalan, dukungan fasilitas dan pengembangan budaya bersepeda juga sangat penting. Menurutnya, pengelola gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan perlu diajak untuk menyediakan parkir khusus sepeda yang memadai, lengkap dengan loker hingga fasilitas bilas.
Selain itu, pemberian insentif (bike-to-work incentive) oleh instansi pemerintah maupun swasta dapat memotivasi para pekerja untuk beralih menggunakan sepeda sebagai moda transportasi harian.
Lebih lanjut, menurut Djoko, pengawasan dan penegakan hukum perlu ditingkatkan melalui kombinasi teknologi dan penyiapan personel di lapangan.
"Salah satunya dengan memasang kamera ETLE khusus di titik-titik rawan untuk menindak tegas pengendara motor atau mobil yang menerobos dan parkir di jalur sepeda," kata Djoko.
Tak hanya itu, lanjut Djoko, penyiapan personel Dinas Perhubungan untuk melakukan patroli sterilisasi secara rutin pada jam sibuk komuter (pukul 06.00–09.00 WIB dan 16.00–19.00 WIB) sangat penting agar jalur tetap aman dan lancar.
Baca juga: Menimbang keberadaan jalur sepeda di Jakarta
Baca juga: DPRD DKI minta Pemprov alokasikan anggaran untuk merawat jalur sepeda
Baca juga: DPRD DKI minta Pemprov pertahankan jalur sepeda di Jakarta
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.