Seorang pasien korban keracunan MBG itu menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU), dan terus dipantau oleh tim medis RSU Haji Medan
Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memastikan seorang korban diduga keracunan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan hingga pulih.
Bobby mengaku, korban ini merupakan murid SMA Negeri 1 Berastagi yang ikut keracunan massal bersama ratusan siswa setelah menyantap menu MBG di Beratagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
"Murid tersebut dirujuk ke RSU Haji Medan setelah kondisinya mengalami penurunan kesadaran," ujar Bobby usai menjenguk seorang murid SMA Negeri 1 Berastagi dirawat di RSU Haji Medan, Sumatera Utara, Sabtu.
Gubernur menyebut, korban merupakan pasien dengan kondisi lebih berat dibandingkan murid lainnya, sehingga harus dirujuk dari Kabanjahe di Karo ke Medan untuk mendapatkan penanganan intensif.
Baca juga: BGN cabut status suspend tujuh dapur SPPG di Papua Barat
Saat ini, seorang pasien korban keracunan MBG itu menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU), dan terus dipantau oleh tim medis RSU Haji Medan.
"Kondisi adik kita ini lebih parah ya dibandingkan teman-teman yang lain. Awalnya dirawat di Kabanjahe, namun dirujuk ke sini karena memang kondisinya pas di sana sempat mengalami penurunan kesadaran," jelas Bobby.
Gubernur juga mengaku sempat berbincang dengan orang tua pasien asal Karo ini, serta memastikan pemerintah terus mengawal proses penanganan hingga pasien benar-benar pulih.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut menyatakan, 361 murid dari SMA Negeri 1 Berastagi beserta SMA dan SMK Swasta Bersama di Karo diduga keracunan massal setelah menyantap menu MBG di Berastagi, Kamis (13/8).
Baca juga: Politik kemarin, MBG diteruskan hingga TNI-USMC latihan bersama
Sebanyak 361 murid itu dirawat di empat rumah sakit, dan satu klinik. Di antaranya 270 pasien rawat inap, 89 pasien rawat jalan, seorang pasien rawat inap rumah sakit di Medan, seorang pasien di RSU Haji Medan.
"Di sini pokoknya kami usahakan, kami tadi janji sampai pulih. Minta orang tua tadi, kalau bisa benar-benar dipulihkan total. Tadi estimasi dari dokternya mungkin dua sampai tiga hari lagi," tutur Bobby.
Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution menjelaskan, bahwa pasien mengalami nyeri hebat pada bagian perut yang datang berulang.
"Merasa kesakitan dari perutnya itu. Sebelum begitu lah, rasa nyeri, nyeri, nyeri sekali. Terus ditambah analgesiknya dari dokter, disuntikkan baru dia tenang. Setengah jam sekali begitulah, kalau nyeri yang terlalu hebat," kata Yulinda.
Menurutnya, seorang pasien keracunan MBG ini tiba di RSU Haji Medan pada Jumat (14/8) pukul 13.30 WIB, dan hingga kini masih menjalani pemantauan intensif.
Tim medis juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien.
"Kita masih mau periksa lab-nya lagi lebih lanjut, kan baru diperiksa dari sana, mungkin besok kita ada hasil lab yang baru," tutur Yulinda.
Baca juga: MBG ibu hamil bisa menjadi intervensi cegah risiko stunting
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.