Banyuwangi juga mendukung program Sekolah Rakyat dengan menyediakan lahan untuk pembangunannya

Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut delapan program prioritas Presiden Prabowo Subianto selaras dengan program pembangunan yang selama ini dijalankan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam Pidato Kenegaraan RAPBN 2027 di Gedung MPR RI, pada Jumat (14/8), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ada delapan program prioritas pembangunan 2027, mulai kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan terhadap bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

"Delapan program tersebut selaras dengan agenda pembangunan daerah yang selama ini dijalankan Banyuwangi. Dengan adanya keselarasan antara kebijakan nasional dan program daerah, manfaat pembangunan akan semakin dirasakan masyarakat," kata Bupati Ipuk di Banyuwangi," Sabtu.

Dia mengungkapkan, pada program prioritas kedaulatan pangan, selama ini Banyuwangi telah melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya memberlakukan regulasi ketat terkait larangan alih fungsi lahan sawah produktif menjadi bangunan permanen untuk mengamankan produktivitas pertanian sekaligus target swasembada pangan nasional.

Baca juga: 234 Siswa SRT 2 Banjarbaru bangun karakter di tahun ajaran baru

Saat ini, lanjut Ipuk, Banyuwangi menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur yang turut menopang cadangan pangan nasional, salah satunya pada komoditas beras, di mana pada 2025 Banyuwangi surplus beras sebesar 383.258,03 ton, sementara produksi beras Januari-Juni 2026 sudah surplus sebesar 174.005 ton.

Sementara di sektor pendidikan, kata dia, Banyuwangi menjalankan berbagai program yang berfokus pada pengentasan anak putus sekolah, perluasan akses perguruan tinggi, dan penguatan inklusivitas.

Dengan didukung oleh sejumlah inisiatif unggulan, seperti Beasiswa Banyuwangi Cerdas untuk kuliah gratis warga kurang mampu, Beasiswa Progresif (B-Pro) yang memberi beasiswa hingga dokter spesialis.

Ada pula Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) hingga Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan), program inklusi Agage Pinter bagi Anak Berkebutuhan Khusus, serta Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang menggerakkan kepedulian antarsiswa.

Baca juga: Cetak sejarah, siswi Sekolah Rakyat jadi calon paskibraka nasional

"Banyuwangi juga mendukung program Sekolah Rakyat dengan menyediakan lahan untuk pembangunannya," kata Ipuk.

Di sektor kesehatan, menurut dia, Banyuwangi fokus pada penurunan stunting, layanan kesehatan berbasis desa, serta penguatan fasilitas kesehatan di pelosok.

"Kami juga menjadwalkan dokter spesialis di puskesmas agar warga mendapat pelayanan berkualitas dan mudah dijangkau. Semua ini untuk memberikan layanan kesehatan terbaik, sebagaimana harapan Presiden Prabowo dalam pidatonya yang menjadikan Puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan rakyat Indonesia," ujar Bupati Ipuk.

Ipuk menambahkan, Banyuwangi juga fokus pada program pengentasan kemiskinan, dengan berbagai upaya dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan daerah.

"Banyuwangi berhasil menurunkan angka kemiskinan daerah ke titik paling rendah sepanjang sejarah, yakni menyisakan 6,13 persen angka kemiskinan di 2025," kata Bupati Ipuk.

Baca juga: Presiden RI: Tak ada investasi lebih berharga dari masa depan anak

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.