Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan mencatat, PT Halal Network International (HNI) berhasil menyumbang transaksi penjualan langsung sebesar Rp963 miliar dari total angka nasional.

"Dari 7,08 triliun tersebut, 963 miliar itu merupakan kontribusi dari HNI. Jadi sebegitu signifikannya penjualan langsung, dan konteksnya terhadap kontribusi dalam ekonomi Indonesia," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan dalam acara Milad HNI Beyond 14: Building The Future Together di HNI Plaza, Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu.

Menurut Iqbal, capaian ini membuktikan model bisnis penjualan langsung memiliki nilai ekosistem yang kuat dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Besarnya angka transaksi yang dihasilkan HNI, kata Iqbal mencerminkan tingginya keandalan jaringan pemasaran dan daya serap pasar terhadap produk-produk halal di dalam negeri.

"Model bisnis ini tidak hanya mengandalkan transaksi ritel semata, melainkan juga investasi pada pembinaan tenaga pemasar, dan pembentukan jaringan distributor yang berjenjang," ujar Iqbal.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga dan melindungi ekosistem usaha penjualan langsung agar tetap tumbuh sehat, serta terlindungi dari praktik perdagangan yang melanggar ketentuan regulasi.

Selain itu, melalui pengawasan dan kepastian hukum yang berkelanjutan, Kementerian Perdagangan berharap, sektor penjualan langsung dapat terus menjadi pilar penopang konsumsi domestik dan memberdayakan jutaan tenaga pemasar independen di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama Halal Network International Agung Yulianto mengatakan, pencapaian yang diraih perusahaan selama 14 tahun terakhir merupakan buah dari kepercayaan konsumen, kerja keras manajemen, dan kolaborasi bersama para mitra bisnis (leader) di seluruh Indonesia.

"Apa yang kami banggakan dalam 14 tahun ini, pertama tentu kita harus bersyukur kepada Allah SWT, bahwa ini bukan semata-mata karya kami manajemen bersama seluruh leader, tetapi atas izin Allah SWT. Yang perlu digarisbawahi adalah bukan hanya angka pertumbuhan yang kami banggakan," kata Agung.

Menurut Agung, indikator keberhasilan utama HNI terletak pada peran perusahaan, sebagai wadah tumbuh kembang basis konsumen loyal, dan ribuan wirausahawan baru (entrepreneur). Saat ini, HNI mencatat total keanggotaan mencapai 6 juta orang.

Dari jumlah tersebut, basis konsumen loyal yang melakukan transaksi belanja dalam satu tahun terakhir mencapai satu juta orang. Sementara itu, tingkat konsumen aktif yang konsisten berbelanja setiap bulan berada di angka lebih dari 300 ribu orang.

"Bagaimana HNI ini menjadi tempat bertumbuhnya jutaan orang, yang menjadi konsumen loyal saat ini. Jadi perlu dicatat, konsumen loyal HNI yang belanja dalam satu tahun terakhir ada satu juta orang," jelas Agung.

Baca juga: HNI berangkatkan 700 mitra mudik gratis ke 50 kota tujuan

Baca juga: HNI gaungkan kolaborasi untuk majukan ekonomi umat dan bangsa

Baca juga: HNI berangkatkan 681 mitra dan karyawan mudik ke sebelas daerah

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.