BRIN berkomitmen memastikan bahwa teknologi tenaga surya ini dapat langsung menyentuh denyut nadi perekonomian masyarakat akar rumput, salah satunya melalui integrasi inovasi pendukung pada Program Kampung Nelayan
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan pihaknya akan memperkuat program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) melalui teknologi listrik berkekuatan tenaga surya.
"BRIN berkomitmen memastikan bahwa teknologi tenaga surya ini dapat langsung menyentuh denyut nadi perekonomian masyarakat akar rumput, salah satunya melalui integrasi inovasi pendukung pada Program Kampung Nelayan," kata Kepala BRIN kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.
Arif menyebutkan BRIN telah mengaplikasikan tenaga surya untuk memberi daya pada teknologi Smart Feed Spreader di sektor budi daya. Dengan memanfaatkan energi matahari, sistem penebar pakan ini mampu bekerja secara otomatis, efisien, dan sepenuhnya terkontrol, tanpa membebani biaya listrik petambak.
Baca juga: BRIN perkuat ekosistem riset sel surya untuk dukung pembangunan PLTS
Selain itu, lanjut dia, BRIN juga melakukan hilirisasi alat pengering produk perikanan yang mutlak memanfaatkan energi surya.
"Solusi tepat guna ini memastikan proses pengeringan hasil tangkapan nelayan berlangsung lebih cepat dan higienis, serta sangat hemat biaya operasional bila dibandingkan dengan metode pengeringan konvensional," ujar Arif Satria.
Diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 1.386 KNMP telah berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi laut Indonesia.
Baca juga: Menteri Brian: Gagasan Presiden soal PLTS desa buka ruang riset kampus
Presiden mengatakan sebanyak 100 KNMP telah dibangun hingga saat ini.
Kampung tersebut dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas nelayan, mulai dari pelabuhan, tempat pelelangan ikan, ruang penyimpanan dingin, bengkel, fasilitas pengolahan hasil laut, perumahan hingga fasilitas sosial.
Presiden Prabowo menilai pembangunan Kampung Nelayan menjadi bagian penting untuk menjadikan laut sebagai sumber kemakmuran bagi nelayan Indonesia.
"Hari ini, 100 Kampung Nelayan telah dibangun. Target kita, 1.386 Kampung Nelayan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026," kata Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 pada 14 Agustus 2026.
Baca juga: BRIN gagas ekonomi sirkular biru untuk Kampung Nelayan Merah Putih
Baca juga: Prabowo targetkan 1.386 Kampung Nelayan beroperasi akhir 2026
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.