Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengukuhkan 38 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin (17/8).

"Saya percaya seluruh anggota Paskibraka ini akan melaksanakan tugas mulia dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab, disiplin, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945," kata Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti saat pengukuhan di Kepatihan, Yogyakarta, Minggu.

Sebanyak 38 anggota Paskibraka tersebut merupakan pelajar terpilih dari kabupaten dan kota di DIY yang dipersiapkan untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Ni Made berharap seluruh anggota Paskibraka menjaga kesehatan dan kekompakan hingga seluruh rangkaian tugas selesai.

"Harapannya, apa yang sudah menjadi pembelajaran selama karantina kemarin itu bisa dipedomani dengan baik. Tetap jaga persaudaraan dan persatuan tim agar terus bisa solid dan saling bantu," katanya.

Para anggota Paskibraka DIY telah mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan sejak 1 Agustus 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY.

Pembinaan mencakup keterampilan baris-berbaris dan tata upacara serta penguatan wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, kepemimpinan, kerja sama, dan semangat bela negara.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan pelatihan tersebut juga ditujukan untuk membentuk generasi penerus yang memiliki jiwa kepemimpinan serta semangat Pancasila dan UUD 1945.

"Pelatihan ini juga untuk menanamkan dan menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme, menciptakan agen perubahan dalam melestarikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Baca juga: Kisah perjuangan Paskibraka nasional 2026 hingga dikukuhkan di Istana

Baca juga: Kepala BPIP: Anggota Paskibraka disiapkan bumikan nilai Pancasila

Baca juga: Wapres Gibran kukuhkan 76 anggota Paskibraka 2026

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.