Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Muhamad Abdul Azis Sefudin mendesak pemerintah segera mempercepat penanganan musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur dan memprioritaskan kelompok rentan.
"Kecepatan dibutuhkan dalam penanganan bencana. Waktu sangat berharga dalam operasi penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban yang kini berada di pengungsian harus segera terpenuhi," kata Azis Sefudin dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Ia menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, tersebut.
Pihaknya pun meminta Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana kali ini.
Baca juga: BNPB tempuh jalur laut kirim bantuan gempa NTT hingga Pulau Palue
"BNPB dan Kemensos harus berada di barisan terdepan untuk memastikan evakuasi selamat, kebutuhan logistik pengungsi terpenuhi, dan perlindungan bagi anak-anak serta lansia terjamin. Negara harus hadir totalitas di tengah duka warga NTT," kata legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat III (Cianjur-Kota Bogor) ini.
Ia secara khusus meminta agar pendistribusian bantuan logistik tidak hanya fokus pada bahan pangan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan spesifik bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia.
"Kemensos harus segera memastikan dapur umum berdiri dan bantuan nutrisi untuk anak-anak tersedia. Jangan sampai warga yang sudah kehilangan tempat tinggal juga terabaikan kebutuhan kesehatannya. Kita tidak boleh membiarkan warga berjuang sendiri. Saya minta BNPB dan seluruh elemen terkait melakukan pemantauan intensif dan terus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat guna menghindari kepanikan," kata Azis Sefudin.
Baca juga: Kowani ajak masyarakat gotong royong bantu korban gempa NTT
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.