Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengenakan baju adat Lampung saat memimpin Upacara HUT RI ke-81 yang dihadiri jajaran kementeriannya, Senin.
"Pakaian adat dari Lampung. Nanti kita habis ini menghadiri upacara HUT RI di Istana Merdeka, Jakarta bersama bapak Presiden Prabowo. Jadi bagus karena kita mengingat jasa pahlawan kita dan kita berdoa untuk bisa semangat, sehat untuk
meneruskan perjuangan para pahlawan kita untuk negara dan rakyat kita," ujar Maruarar atau disapa Ara di Jakarta, Senin.
Dirinya bangga karena jajaran Kementerian PKP semakin semangat, kompak dalam menjalankan tugas-tugas di bidang perumahan yang semakin bertambah dalam rangka membantu serta melayani rakyat Indonesia untuk bisa memiliki hunian yang layak.
"Dulu tidak ada KUR perumahan, sekarang plafon untuk KUR perumahannya Rp50 triliun. Kemudian, dulu kuota rumah subsidi 220.000 unit, sekarang 350.000 unit. Dan juga banyak pekerjaan-pekerjaan yang merupakan kepercayaan dari Presiden dan DPR yang tentu kita harus kerjakan dengan baik," katanya.
Peningkatan-peningkatan tersebut, lanjutnya, harus dijawab dengan semangat, integritas, kualitas untuk menyiapkan rumah yang terjangkau dan berkualitas bagi rakyat Indonesia.
"Baik membangun baru maupun renovasi. Baik yang untuk korban-korban bencana ya maupun yang bukan untuk bencana," ujarnya.
Ara bertindak selaku inspektur upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kementerian PKP, Jakarta, Senin.
Upacara tersebut juga dihadiri jajaran eselon Kementerian PKP yang juga mengenakan pakaian dari berbagai daerah.
Puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung pada Senin ini dengan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pagi hari dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih pada sore hari.
Pemerintah menyediakan sekitar 5.500 undangan bagi masyarakat melalui pendaftaran yang dibuka pada 5-9 Agustus 2026.
Lebih dari 336 ribu orang mengikuti proses pendaftaran tersebut atau jauh melampaui kuota yang tersedia.
Pemerintah kemudian menambah 3.400 kuota undangan masyarakat yang dibagi untuk upacara pada pagi dan sore hari.
Baca juga: Kementerian PKP bangun 360 huntap bagi korban bencana di Agam
Baca juga: Kementerian PKP: Opini WTP dari BPK dorong anggaran lebih pro rakyat
Baca juga: Menteri PKP tegaskan KUR Perumahan perkuat ekonomi keluarga
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.