Teheran (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (16/8) mengatakan bahwa Iran mencapai nota kesepahaman (MoU) perdamaian baru-baru ini dengan Amerika Serikat dengan penuh martabat dan kekuatan, sembari tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip yang digariskan oleh mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri Menteri Pendidikan Iran Alireza Kazemi, saat sang presiden menyuarakan dukungannya terhadap MoU yang ditandatangani Iran dan AS pada 18 Juni untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut, menurut pernyataan yang dirilis kantornya.

"Kami mengupayakan kesepakatan baru-baru ini dengan kekuatan dan tidak menyerah kepada musuh-musuh kami," kata Pezeshkian.

Dia mengatakan bahwa MoU tersebut disusun setelah melalui pertimbangan yang matang dan pembahasan mendalam dengan para ahli.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (15/8), Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyebut MoU perdamaian tersebut sebagai bukti kejayaan dan kemenangan Iran serta sejalan dengan upaya mengukuhkan kemenangan negara itu di bidang diplomasi, demikian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.

Berdasarkan MoU tersebut, Iran dan AS dijadwalkan menggelar perundingan dalam jangka waktu 60 hari yang berakhir pada Senin (17/8) untuk mencapai kesepakatan final. Namun, kelanjutan perundingan tersebut masih belum pasti menyusul eskalasi antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.