Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memastikan layanan Bus Buy The Service (BTS) Trans Banyumas tetap beroperasi meskipun anggaran pendukung dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak lagi turun pada tahun ini.

“Untuk ulang tahun kemerdekaan ini, saya pastikan bahwa Trans Banyumas tidak akan berhenti di Banyumas. Meskipun dana APBN-nya tidak turun, saya sudah perintahkan kepada Sekda (Sekretaris Daerah) dan BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) untuk mengambil anggaran yang lainnya,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin.

Ia mengatakan keberlanjutan layanan Trans Banyumas menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat yang telah berjalan selama ini.

“Tidak usah khawatir, saya pastikan Trans Banyumas itu tetap berjalan,” katanya usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca juga: Pemkot Semarang rencanakan bus listrik satu koridor pada 2026

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk memenuhi kebutuhan operasional layanan Trans Banyumas hingga akhir tahun 2026.

“Dibutuhkan Rp13 miliar sekian, hampir Rp14 miliar dan sudah kita siapkan,” katanya menegaskan.

Menurut dia, keputusan untuk menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dilakukan setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Banyumas berupaya melakukan lobi kepada Kementerian Perhubungan agar dukungan anggaran dari pemerintah pusat tetap tersedia.

Akan tetapi, kata dia, kondisi keuangan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, sedang berkurang, sehingga menjadi salah satu pertimbangan dalam keberlanjutan bus Trans Banyumas tersebut.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.