Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendorong sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional untuk mencapai target pertumbuhan 6 persen pada 2027.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan upaya tersebut diperkuat melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 yang memberikan arah bagi pengembangan ekonomi kreatif agar dapat berjalan selaras dengan agenda pertumbuhan ekonomi nasional.
“Rindekraf memberikan arah yang jelas bagi pengembangan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Kami mendorong agar kreativitas, kekayaan intelektual, talenta, dan potensi daerah dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurutnya, Rindekraf menjadi panduan pembangunan ekonomi kreatif jangka menengah dan panjang bagi pemerintah pusat dan daerah.
Baca juga: Menteri Ekraf dorong gim lokal jadi komoditas ekspor
Ia mengatakan pembangunan ekonomi kreatif yang dimulai dari daerah berpotensi memperluas manfaat ekonomi sekaligus menciptakan nilai tambah dari potensi lokal. Dengan demikian, sektor ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya berkembang di kota-kota besar, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan baru di desa dan daerah.
Penguatan ekonomi kreatif tersebut sejalan dengan arah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen. Pemerintah menempatkan APBN sebagai instrumen untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan RAPBN 2027, belanja negara dirancang mencapai Rp4.097,2 triliun, meningkat dari Rp3.842,7 triliun dalam APBN 2026. Pendapatan negara diproyeksikan sebesar Rp3.153 triliun, dengan defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap PDB.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Pemerintah kemudian membidik pertumbuhan 6 persen pada 2027 dengan inflasi dijaga pada kisaran 2,5 persen.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.