Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengirimkan 12 truk logistik bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin.
Pelepasan belasan truk bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri di Jakarta sekitar pukul 12.30 WIB.
"Keluarga besar Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban, memberikan manfaat, serta menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah," kata Asep.
Asep menjelaskan bantuan dasar yang disalurkan mencakup air mineral, makanan siap saji untuk dewasa dan balita, mi instan, ikan sarden, bubur bayi, minuman siap saji, makanan ringan, selimut, sarung, alas tidur, hingga terpal plastik berbagai ukuran.
Seluruh logistik diangkut menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk selanjutnya diterbangkan ke lokasi bencana di NTT. Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan Polda NTT guna menentukan skala prioritas penyaluran sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan ini berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Di momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita tetap fokus pada persatuan, gotong royong, dan rasa senasib sepenanggungan. Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk diwujudkan menjadi tanggung jawab bersama sebagai satu bangsa," ujar Budi.
Ia berharap seluruh bantuan logistik dapat segera terdistribusi secara cepat dan tepat sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh warga yang terdampak di lapangan.
Baca juga: Polda Metro Jaya siagakan 13.859 personel amankan HUT RI di Jakarta
Baca juga: Daftar 27 kantong parkir perayaan HUT 81 RI yang disiapkan Polda Metro
Baca juga: Warga DKI diimbau manfaatkan lahan parkir dan naik transportasi umum
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.