Jakarta (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga memberangkatkan 11 mobil tangki bahan bakar minyak (BBM) dengan kapasitas 16 KL dan mobil tangki avtur dengan kapasitas 16 KL dari Bima, dan telah tiba dengan selamat di Labuan Bajo.
Langkah tersebut merupakan upaya percepatan proses normalisasi penyaluran energi pascagempa Flores ke sejumlah lembaga penyalur SPBU melalui pengalihan pasokan (alih supply), penambahan mobil tangki dari Bima Nusa Tenggara Barat, serta percepatan pemulihan operasional SPBU.
“Fokus kami adalah memastikan pasokan energi masyarakat tetap terjaga dan proses normalisasi dapat berjalan secepat mungkin. Pasokan kami alihkan dari wilayah yang memungkinkan, dan begitu tiba, langsung kami distribusikan ke SPBU tujuan,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Senin.
Setibanya di Labuan Bajo, para Awak Mobil Tangki (AMT) langsung bergerak menuju SPBU tujuan masing-masing untuk mempercepat penyaluran BBM kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari percepatan proses pemulihan, saat ini sebanyak 47 SPBU dari 52 SPBU telah kembali beroperasi. Sementara itu, masih terdapat 5 SPBU yang belum beroperasi, dan akan terus dimonitor dan dievaluasi hingga nantinya siap beroperasi.
Kitty menyampaikan Pertamina Patra Niaga terus melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan untuk memastikan empat SPBU yang masih belum beroperasi dapat segera dipulihkan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapan operasional.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM maupun LPG secara bijak sesuai kebutuhan. Informasi dan pertanyaan mengenai kondisi operasional SPBU akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan proses normalisasi di lapangan serta melalui Pertamina Contact Center 135.
Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, pada pukul 05.58 WITA atau pukul 04.58 WIB. BNPB, pada pukul 12.30 WIB, mencatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan terdampak gempa tersebut.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.