Tel Aviv (ANTARA) - Jared Kushner, utusan khusus sekaligus menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akan bertemu dengan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas langkah selanjutnya dalam pelaksanaan rencana Trump untuk Gaza.
Hal itu dilaporkan The Jerusalem Post, Senin, dengan mengutip pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya.
Dalam pertemuan itu, menurut laporan tersebut, Kushner akan ditemani mantan perdana menteri Inggris Tony Blair dan Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza.
Mereka akan memberikan tekanan kepada Netanyahu agar segera melanjutkan tahap berikutnya dari rencana berisi 20 poin tersebut, termasuk 15 poin mengenai pelucutan senjata gerakan kelompok Hamas.
Baca juga: AS desak negara-negara Amerika Latin untuk keluar dari ICC
Pembicaraan tersebut akan digelar di Yerusalem untuk demiliterisasi Jalur Gaza serta memastikan wilayah itu tidak akan dikuasai oleh Hamas, kata sumber tersebut kepada The Jerusalem Post.
Kemudian, tujuan lain pertemuan itu ialah untuk memastikan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza, tambah sumber itu.
Minggu (16/8), Axios melaporkan Kushner telah melakukan pembicaraan dengan pimpinan kelompok Hamas di Mesir. Kushner juga membahas pelaksanaan rencana Trump untuk Gaza bersama Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi dalam sebuah pertemuan di El Alamein.
Baca juga: Survei: Mayoritas warga AS punya pandangan negatif terhadap Netanyahu
Pada 9 Oktober 2025 lalu, Israel dan Hamas—dengan mediasi Mesir, Qatar, AS, dan Turki—sepakat melaksanakan tahap pertama rencana perdamaian usulan Trump. Sehari kemudian, gencatan senjata mulai berlaku di Gaza.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel mundur ke Garis Kuning, tetapi tetap menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.
Sementara itu, pada akhir Juli, Dewan Perdamaian mengumumkan Hamas telah menyetujui peta jalan untuk melaksanakan tahap-tahap berikutnya dari kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Rencana tersebut mencakup pengalihan kendali atas Jalur Gaza secara bertahap kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, serta pembentukan sebuah badan khusus guna memantau pelanggaran baik yang dilakukan Hamas maupun Israel.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Laporan: Trump geram dikritik Netanyahu soal penjualan F-35 ke Turkiye
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.