Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo mengusulkan pemanfaatan floating barge atau tongkang sebagai pelabuhan darurat untuk melancarkan mobilitas distribusi energi dan bantuan di wilayah terdampak bencana gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kerusakan signifikan pada sejumlah pelabuhan dan jembatan berpotensi menghambat mobilitas serta distribusi energi ke wilayah terdampak. Solusinya adalah menggunakan floating barge atau tongkang untuk dijadikan pelabuhan darurat,” ujar Hadi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
Kemudian, tutur Hadi melanjutkan, penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan penyaluran LPG ke pangkalan-pangkalannya dapat diangkat menggunakan drone.
“Teknologi seperti ini sudah banyak digunakan di China dalam mitigasi bencana,” kata Hadi.
Baca juga: Wamen PU: Infrastruktur rusak di NTT masih diidentifikasi
Hadi menilai kesinambungan pasokan energi menjadi sangat penting karena Pertamina memiliki mandat publik untuk menyalurkan BBM dan LPG kepada masyarakat. Menurutnya, dalam situasi bencana, akses energi bagi masyarakat harus tetap menjadi prioritas.
“Pertamina adalah satu-satunya BUMN yang mendapat amanah untuk menyalurkan BBM dan LPG sebagai bagian dari public obligations Pertamina kepada rakyat. Dalam masa peringatan kemerdekaan ini, jangan sampai mereka tidak mendapat akses energi, no matter cost yang harus ditanggung Pertamina. Itulah artinya merdeka bagi rakyat kecil,” kata Hadi.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan Pertamina terus memastikan distribusi energi tetap berjalan meski sejumlah wilayah menghadapi kendala akses transportasi akibat gempa.
Pertamina menyiapkan jalur distribusi alternatif dan berkoordinasi dengan pemerintah serta berbagai pihak untuk menjaga kelancaran pasokan.
Baca juga: Pertamina tegaskan komitmen percepat penanganan bencana NTT
Upaya pemulihan SPBU di Flores, NTT terus dilakukan, di mana 47 SPBU dari 52 SPBU kini kembali beroperasi. Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi BBM dan LPG melalui alih suplai dan transportasi laut, dengan tetap memprioritaskan keselamatan serta keandalan energi.
Selain menjaga ketersediaan BBM dan LPG, Pertamina Group juga menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Bantuan tersebut antara lain makanan siap santap, air mineral, biskuit, susu instan. Dukungan juga mencakup perlengkapan kesehatan dan kebersihan, toilet portabel, serta genset berkapasitas 3.000 watt untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi terdampak.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.