Dokumen ini harus menjadi modal advokasi untuk menghubungkan aspirasi pemuda dengan kebijakan pemerintah...
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk AS, Indroyono Soesilo, menerima dokumen komunike Y20 2026 dari delegasi Indonesia yang kemudian akan disampaikan kepada para pemimpin G20 pada KTT G20 yang akan diselenggarakan di Miami pada Desember 2026.
Menurut siaran pers KBRI Washington, Senin, lima delegasi Indonesia berpartisipasi dalam Youth 20 (Y20) Summit yang diselenggarakan oleh Young Professionals in Foreign Policy bersama Globally pada 10-14 Agustus 2026 di Washington, D.C., Amerika Serikat.
Forum Y20 tersebut merupakan kelompok keterlibatan resmi pemuda dalam G20 yang menyusun rekomendasi kebijakan bagi para pemimpin G20 yang tertuang dalam Dokumen Komunike.
Dokumen tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada para pemimpin G20 pada KTT G20 di Miami, Florida, Amerika Serikat, yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Penyerahan komunike tersebut juga menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di Y20 tidak hanya sebatas kehadiran dalam forum internasional, melainkan bagian dari proses diplomasi pemuda untuk membawa kepentingan generasi muda Indonesia ke dalam percakapan global.
“Dokumen ini harus menjadi modal advokasi untuk menghubungkan aspirasi pemuda dengan kebijakan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil, sehingga suara pemuda Indonesia dari Washington, D.C. dapat benar-benar diterjemahkan menjadi langkah nyata di Tanah Air,” kata Indroyono.
Indonesia diketahui mengirim perwakilan untuk seluruh lima track: Haris Hendrik (ekonomi global), Irhasy Muhammad Maulad (energi), Moses Hasiholan Siregar (digital), Kenzie Sultan Ryvantya (kerentanan dan konflik), serta Jessie Ellena Hedrian (pangan dan kesehatan global).
Dalam isu ekonomi, Indonesia mendorong pekerjaan layak bagi pemuda lewat pelatihan digital, dukungan kewirausahaan, dan akses pembiayaan bagi UMKM—selaras dengan bonus demografi dan pertumbuhan ekonomi digital tanah air.
Pada sektor energi, Indonesia menekankan transisi yang adil, memastikan keterjangkauan dan penciptaan lapangan kerja tanpa membebani masyarakat atau memperlebar kesenjangan antara negara maju dan berkembang.
Terkait transformasi digital, Indonesia mendorong tata kelola AI yang aman dan inklusif, disertai penguatan infrastruktur digital, literasi, keselamatan daring, dan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan teknologi.
Untuk isu kerentanan dan konflik, Indonesia menyoroti pentingnya ketahanan masyarakat serta ruang aman bagi pemuda dalam pembangunan, tak hanya dilihat dari pendekatan keamanan semata.
Sedangkan untuk isu pangan dan kesehatan, Indonesia turut mendorong sistem pangan tangguh dan akses kesehatan terjangkau di tengah tekanan perubahan iklim dan rantai pasok global.
Baca juga: RI-AS perluas kerja sama infrastruktur tangguh bencana
Baca juga: RI perluas kerja sama perfilman dengan Motion Picture Association AS
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.