Jakarta (ANTARA) - Produsen baterai kendaraan listrik (eletric vehicle/EV) asal China, CATL, berencana memperluas layanan purnajual baterai EV melalui jaringan "Ning Service" ke 100 kota di dunia pada paruh kedua 2026.

Dilansir dari laporan Car News China pada Jumat (14/8) waktu setempat, layanan tersebut akan dijalankan langsung oleh CATL dengan dukungan sistem otomatisasi dan robot untuk melakukan pemeriksaan serta perbaikan baterai. CATL menargetkan waktu perbaikan dapat ditekan menjadi maksimal 72 jam.

Saat ini, CATL telah mengoperasikan delapan pusat "Ning Service" secara langsung di China serta dua pusat internasional yang berlokasi di Norwegia dan Istanbul.

Baca juga: CATL kembangkan desain baterai tipis untuk EV performa tinggi

Baca juga: CATL dominasi pasar baterai EV dengan pangsa pasar 47 persen

Selain pusat yang dikelola langsung, "Ning Service" telah memiliki 1.376 pusat layanan waralaba yang tersebar di 84 negara. Layanan tersebut juga menangani 1.505 stasiun penukaran baterai dalam ekosistem Choco-SEB milik CATL.

CATL mengembangkan layanan tersebut untuk mengubah pola perbaikan kendaraan listrik yang selama ini kerap berujung pada penggantian seluruh baterai.

Melalui konsep perbaikan berbasis sel, kerusakan pada bagian tertentu dapat ditangani tanpa harus mengganti seluruh paket baterai.

Layanan tersebut dinilai penting seiring meningkatnya penggunaan kendaraan energi baru (NEV) di China. Kerusakan fisik kecil pada baterai sebelumnya berpotensi membuat satu paket baterai harus diganti, sehingga biaya yang ditanggung pemilik kendaraan menjadi tinggi.

CATL menjadi salah satu produsen baterai besar yang lebih awal menerapkan konsep cell-to-pack repair, yakni mengganti sel baterai yang rusak tanpa mengganti seluruh paket baterai.

CATL mendirikan "Ning Service" pada akhir 2024 dan membuka pusat layanan yang dikelola langsung di Shanghai setahun kemudian. Perusahaan juga membuka pusat layanan di Bangkok, Thailand, dan Riyadh, Arab Saudi pada 2025.

Baca juga: Produsen kendaraan listrik Turki akan gunakan sasis CATL Bedrock

CATL sebelumnya menargetkan layanan perbaikan tersebut dapat memangkas biaya hingga 10 kali lipat, dari sekitar 100.000 yuan menjadi 10.000 yuan.

CATL menyebut pusat layanan "Ning Service" kini dapat menangani berbagai merek NEV, tidak hanya kendaraan yang menggunakan baterai buatan CATL.

Sistem perbaikan otomatis juga memungkinkan robot melakukan sejumlah pekerjaan seperti memotong, mengecat, hingga mengaplikasikan perekat pada paket baterai.

CATL mengklaim jaringan layanan terbarunya kini dapat menangani sekitar 76,8 persen model NEV yang dijual di China, meningkat dari sebelumnya 47 persen.

Selain pusat layanan konsumen, "Ning Service" juga menyiapkan truk perbaikan keliling bertenaga listrik. Kendaraan tersebut memiliki jarak tempuh hingga 800 kilometer dan dirancang untuk melakukan sekitar 30 jenis pemeriksaan serta 50 jenis perbaikan.

CATL menyebut truk tersebut dapat menangani hingga 90 persen kasus perbaikan yang tidak memerlukan pembongkaran baterai secara mendalam. Waktu penanganan untuk jenis kerusakan tersebut juga diklaim dapat dipangkas dari 72 jam menjadi sekitar 48 jam.

Sementara itu, perbaikan yang lebih kompleks, seperti penggantian sel secara menyeluruh, pembongkaran pada tingkat sel, atau rekondisi paket baterai, kemungkinan masih membutuhkan penanganan di pusat layanan khusus.

Baca juga: CATL dan BYD berlomba kembangkan baterai "solid-state" pada 2027

Baca juga: CATL gaet Google, Xiaomi, dan BMW untuk susun aturan baterai global

Baca juga: CATL: 20.000 mobil listrik akan gunakan baterai natrium-Ion pada 2026

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.