Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) terus bergerak memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Sudah dua hari ini Wakil Menteri Sosial bersama rombongan, yang dipimpin oleh Kemenko PMK, berada di lapangan untuk memberikan dukungan-dukungan yang dibutuhkan," kata Saifullah, dikutip dari keterangan tertulis, Senin.

​​​​​Sosok yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan dukungan Kemensos meliputi penyaluran bantuan logistik, penyediaan tenda, hingga pengoperasian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

"Sampai sekarang Tagana (taruna siaga bencana) beserta seluruh unsur yang lain, di bawah koordinasi BNPB, bersama TNI/Polri, kita semua bergerak bersama," ujarnya.

Baca juga: Serahkan bantuan gempa NTT, Kemensos perkuat penanganan darurat

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat ini berada di Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memastikan penanganan masyarakat terdampak gempa berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pada Senin, Agus Jabo mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI di Kabupaten Manggarai bersama Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit dan Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu.

Agus Jabo telah berada di NTT sejak Sabtu (15/8) bersama sejumlah pejabat kementerian dan lembaga yang ditugaskan untuk memastikan penanganan kondisi darurat serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

Kemensos juga telah mengoperasikan dapur umum, menyalurkan bantuan permakanan dan logistik kedaruratan, serta menambah kekuatan personel untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.

Penanganan tersebut dilakukan bersama unsur pemerintah lainnya di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta melibatkan TNI dan Polri.

Baca juga: Dapur umum Kemensos mulai beroperasi pascagempa di Nagekeo, NTT

Baca juga: Kemensos mobilisasi bantuan dan siapkan santunan korban jiwa di NTT

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.