Jakarta (ANTARA) - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial Fatma Saifullah Yusuf mengatakan kehadiran London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan dan ruang pendidikan vokasional bagi remaja penyandang disabilitas yang bertalenta.
Ia mengatakan kampus yang berada di lingkungan LSPR Transpark Bekasi itu tidak hanya menawarkan pembelajaran di ruang kelas, namun juga mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan formal.
“Melihat penampilan anak-anak kita tadi, hati saya sangat tersentuh. Mereka membuktikan bahwa di balik keterbatasan ada talenta luar biasa yang mekarnya hanya butuh satu hal: kesempatan,” ujar Fatma dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin.
Menurut Fatma, kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus terus berkembang. Karena itu, pendidikan lanjutan perlu diarahkan pada penguatan keterampilan praktis, kepercayaan diri, kemampuan sosial, hingga kesiapan memasuki dunia kerja.
Tidak hanya itu, Fatma juga menggarisbawahi peran krusial para orang tua yang konsisten mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Perjuangan dan kasih sayang keluarga menjadi fondasi utama keberhasilan pendidikan vokasi.
Ia menyambut baik konsistensi Founder & CEO LSPR Institute, Prita Kemal Gani, serta Direktur LSBA & LSCAA, Associate Professor Chrisdina, menghadirkan pendidikan vokasional yang memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenali dan mengembangkan potensinya.
“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang materi yang diberikan di kelas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak ini memiliki kepercayaan diri, keterampilan, dan kesempatan untuk berkontribusi di masyarakat,” ujar Fatma.
Sebagai informasi, LSBA Bekasi menyediakan empat bidang keterampilan, yakni Tata Boga, Kriya, Administrasi Perkantoran, serta Digital Desain dan Cetak.
Peserta menjalani enam semester pembelajaran yang kemudian dilanjutkan dengan dua semester pelatihan kerja.
Sebelum diterima, calon peserta yang merupakan lulusan SMA atau sederajat terlebih dahulu menjalani asesmen untuk menentukan kebutuhan dan program pengembangan yang sesuai.
Dengan kapasitas maksimal 70 peserta didik setiap angkatan, LSBA Bekasi dilengkapi sejumlah fasilitas praktik, antara lain Laboratorium Tata Boga, Sablon, Kriya, dan Kerajinan Tangan. Pembelajaran ini nantinya akan dilanjutkan ke dunia kerja.
Baca juga: Kemensos tangguhkan 1,49 juta penerima bansos terindikasi judi online
Baca juga: Kemensos: Sekolah Rakyat permanen Banjarbaru beroperasi 15 Agustus
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.