Parigi, Sulteng (ANTARA) - Layanan darurat 112 diluncurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sebagai upaya memperkuat pelayanan publik dan penanganan kondisi kedaruratan kepada masyarakat.

"Layanan itu penting supaya masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong dapat memperoleh bantuan ketika menghadapi kondisi darurat. Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase usai peluncuran layanan darurat 112 di Parigi, Senin.

Ia mengemukakan setelah diluncurkan Pemkab Parigi Moutong langsung melakukan uji coba 112 dapat menjadi solusi dalam membantu penguatan pelayanan publik.

Layanan 112 merupakan kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Pemkab Parigi Moutong dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat di berbagai sektor.

"Secara infrastruktur kami sudah siap, sehingga layanan itu bisa diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-81 RI," ujarnya.

Melalui peluncuran layanan tersebut Pemkab Parigi Moutong mengajak masyarakat menggunakan single emergency number secara bijak, khususnya untuk keperluan darurat, sehingga setiap laporan dapat ditangani secara cepat, tepat dan terkoordinasi.

"Kami berharap masyarakat bijak menggunakan layanan pemerintah untuk kedaruratan," ucap Erwin.

Sementara itu Agung Setio Utomo perwakilan Komdigi mengapresiasi komitmen Pemkab Parigi Moutong dalam menghadirkan layanan single emergency number.

Ia menjelaskan layanan 112 merupakan nomor panggilan darurat yang dapat diakses masyarakat secara gratis tanpa pulsa, untuk memperoleh bantuan dalam berbagai kondisi kedaruratan.

"Dalam situasi gawat darurat silahkan manfaatkan nomor 112 untuk kepentingan pertolongan . Layanan itu telah terintegrasi antarinstansi pemerintah setempat," kata dia menuturkan.

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: A Rauf Andar Adipati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.