Jakarta (ANTARA) - Juara dunia kelas super bulu (59 kg) versi International Boxing Federation (IBF) dan World Boxing Organization (WBO) Emanuel Navarrete dan juara versi World Boxing Council (WBC) O'Shaquie Foster dilaporkan menyepakati laga penyatuan sabuk juara dunia.

"Chris Mannix dari DAZN melaporkan pada Sabtu bahwa Emanuel Navarrete dan O'Shaquie Foster akan bertemu dalam pertarungan penyatuan gelar kelas 130 pon pada 24 Oktober di Alamodome, San Antonio," demikian laporan The Ring yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Pertarungan tersebut berpotensi menghasilkan seorang juara dengan tiga sabuk dunia sekaligus. Navarrete saat ini membawa sabuk IBF dan WBO, sedangkan Foster mempertahankan gelar WBC. Namun, status sabuk WBO milik Navarrete dalam pertarungan mendatang masih belum sepenuhnya dipastikan.

Ketidakpastian tersebut berkaitan dengan kewajiban Navarrete untuk mempertahankan gelar WBO. Petinju asal Meksiko itu telah dua kali diperintahkan oleh WBO untuk menghadapi Charly Suarez dalam pertandingan ulang. Pertemuan pertama kedua petinju berakhir kontroversial setelah pertarungan dihentikan pada ronde ketujuh dan dinyatakan tanpa pemenang.

Navarrete kemudian memperkuat posisinya sebagai salah satu petinju terbaik di kelas super bulu setelah merebut sabuk IBF. Ia menjadi juara gabungan WBO dan IBF melalui kemenangan KO dominan atas Eduardo Nunez pada ronde ke-11, 28 Februari.

Kemenangan tersebut semakin memperkokoh catatan profesional Navarrete. Petinju berjuluk "Vaquero" itu kini memiliki 40 kemenangan, termasuk 33 kemenangan melalui knockout (KO), serta dua kekalahan dan satu hasil tanpa hasil atau no contest.

Baca juga: Claressa Shields pastikan laga lawan juara sejati Price bakal terwujud

Navarrete dikenal sebagai salah satu petinju paling agresif di kelasnya. Gaya bertarungnya yang mengandalkan tekanan konstan, volume pukulan tinggi, serta kemampuan menyerang dari berbagai sudut membuatnya menjadi lawan yang sulit dihadapi. Keunggulan jangkauan juga menjadi salah satu senjata utama petinju asal Meksiko tersebut.

Di sisi lain, O'Shaquie Foster akan datang ke pertarungan dengan status sebagai juara dunia WBC dua kali. Petinju asal Orange, Texas tersebut memiliki rekor 25 kemenangan, termasuk 12 KO, dan tiga kekalahan.

Foster pertama kali merebut gelar WBC kelas super bulu pada Februari 2023. Saat itu, ia mengalahkan Rey Vargas melalui kemenangan angka mutlak (unanimous decision) untuk menjadi juara dunia. Namun, masa kejayaannya Foster sebagai juara sempat berakhir ketika ia menghadapi Robson Conceicao. Foster kalah melalui keputusan angka dan harus menyerahkan sabuk WBC kepada petinju asal Brasil tersebut.

Kekalahan itu tidak berlangsung lama dan bukan menjadi akhir perjalanan Foster sebagai juara. Dalam pertandingan ulang, Foster berhasil membalas kekalahannya dan merebut kembali gelar WBC, sehingga kembali menjadi juara dunia kelas super bulu.

Foster kemudian melanjutkan kiprahnya dengan menghadapi Raymond Ford pada 30 Mei. Dalam pertarungan tersebut, petinju berusia 32 tahun itu tampil meyakinkan dan meraih kemenangan melalui keputusan angka mutlak.

Jika seluruh sabuk yang dimiliki kedua petinju dipertaruhkan, pemenang pertarungan akan membawa pulang tiga gelar dunia kelas super bulu, yakni IBF, WBO, dan WBC.

Baca juga: Usai kalahan Scott, Shields tak sabar hadapi Lauren Price

Baca juga: Clarresa Shields gulingkan Scott untuk rebut kembali juara WBC dan WBA

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.