Jakarta (ANTARA) – PT Badak Natural Gas Liquefaction (Badak LNG) terus mendorong produktivitas dan kemandirian masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), salah satunya Program Semai Bumi bersama Kelompok Tani Karya Bersama di kawasan HOP 7, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Program pemberdayaan masyarakat di bidang hortikultura tersebut mengembangkan berbagai inovasi untuk mengatasi tantangan pertanian, terutama keterbatasan air dan serangan hama.
Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho bersama jajaran manajemen meninjau perkembangan Program Semai Bumi pada Sabtu (8/8). Dalam kunjungan tersebut, manajemen melihat langsung aktivitas pertanian sekaligus memetik sejumlah hasil hortikultura, di antaranya gambas, pare, dan terong.
Feri mengatakan perkembangan kawasan pertanian HOP 7 menunjukkan hasil yang signifikan dibandingkan kunjungan sebelumnya.
“Sebetulnya sangat-sangat surprise. Belum ada satu tahun sejak saya ke sini, melihat perkembangannya luar biasa, melihat jenis variasi yang ditanam itu sedemikian masif,” kata Feri.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pembangunan sumur bor untuk mendukung kebutuhan pengairan. Fasilitas tersebut memungkinkan petani tetap melakukan budidaya selama musim kemarau sehingga kegiatan penanaman dan panen dapat berlangsung lebih optimal sepanjang tahun.
Sistem pengairan sumur bor juga didukung panel surya untuk mengoperasikan genset. Pemanfaatan energi tersebut diharapkan dapat menekan penggunaan bahan bakar sekaligus mengurangi biaya operasional pengairan.
Untuk mengatasi serangan hama, Kelompok Tani Karya Bersama memanfaatkan light trap yang dipasang di 17 titik. Perangkat tersebut menggunakan panel surya sebagai sumber energi dan membantu menangkap serangga hama sehingga penggunaan bahan kimia dalam pengendalian hama dapat dikurangi.
Selain pengelolaan air dan hama, Program Semai Bumi turut mengembangkan pemanfaatan limbah untuk mendukung pertanian ramah lingkungan.
Limbah pertanian dan peternakan diolah menjadi pupuk kompos. Sementara itu, limbah perikanan dari Kelompok Berkah Lautan Berjaya, yang merupakan mitra binaan Badak LNG, dimanfaatkan menjadi produk asam amino Amigrow untuk tanaman.
Badak LNG juga memanfaatkan kalsium silikat dari limbah internal perusahaan untuk membantu menetralkan pH tanah, menyediakan unsur hara kalsium, serta memperkuat jaringan tanaman.
Berbagai inovasi tersebut diterapkan pada lahan pertanian seluas 8,8 hektare yang dikelola 17 anggota Kelompok Tani Karya Bersama. Lahan tersebut kini dikembangkan dengan beragam komoditas hortikultura.
Feri mengatakan pengembangan pertanian di HOP 7 tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta mendukung ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat Bontang.
Ia menegaskan Badak LNG akan terus mengembangkan inovasi sosial dengan memanfaatkan kompetensi perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Bersama Hadi menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Badak LNG, khususnya dalam penyediaan fasilitas, pemantauan kegiatan, dan peningkatan kapasitas petani.
“Selama adanya binaan dari Badak LNG ini kita sangat terbantu, apa kendalanya, bagaimana agar produksinya meningkat, sampai support untuk fasilitas-fasilitas yang belum ada,” ujarnya.
Melalui monitoring dan pendampingan secara berkelanjutan, Badak LNG berharap Program Semai Bumi dapat terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat serta mendorong pertanian yang produktif, mandiri, dan lebih ramah lingkungan.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.