Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengajak sivitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan masukan untuk Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Cucun mengajak mereka saat menghadiri acara Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum UPI 2026, di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa.

“Kami menunggu peran aktif dari seluruh jajaran. Bedah pasalnya semua,” kata Cucun dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut dia menyarankan sivitas akademika UPI agar dalam menyampaikan masukan disusun dengan rapi dan berbasis data.

Baca juga: UNJ gandeng ISPI satukan gagasan dukung penataan pendidikan guru

Kemudian, dia mengimbau mereka agar mengirimkan masukan tersebut kepada para anggota DPR RI di daerahnya.

“Kirim kepada kami atau para wakil rakyat di daerahnya, termasuk saya, siap menampung aspirasi dari teman-teman,” katanya.

Khusus kepada mahasiswa, dia mengingatkan bahwa masukan mereka dinantikan DPR RI karena sebagai calon guru di masa mendatang.

“Suara kalian berbobot justru karena kalian calon pelakunya, bukan penonton. Jangan diam, jangan menunggu, tetapi ikut susun sendiri bagaimana masa depan profesi yang kalian akan pijak nanti sebagai seorang tenaga pendidik,” ujarnya.

Sementara itu, dia menyatakan DPR RI terus berkomitmen untuk memperkuat partisipasi publik dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif demi mencetak sumber daya manusia unggul, serta menyelesaikan permasalahan ketimpangan distribusi ataupun kualitas tenaga pengajar melalui RUU Sisdiknas.

Selain itu, dia menyatakan DPR RI menaruh perhatian terhadap kesejahteraan maupun perlindungan guru dari kriminalisasi melalui pembahasan RUU Sisdiknas.

Baca juga: Komisi X DPR serap aspirasi RUU Sisdiknas di Sulawesi Selatan

Baca juga: Komisi X DPR targetkan RUU Sisdiknas rampung pada 2027

Baca juga: Komisi X DPR pastikan RUU Sisdiknas libatkan partisipasi publik

Pewarta: Rio Feisal
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.