Permintaan rujukan cukup tinggi karena banyak warga membutuhkan penanganan medis yang tidak dapat diberikan di fasilitas kesehatan setempat.

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) membantu merujuk warga Dampek yang terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menjemput warga dari lokasi pengungsian menuju Rumah Sakit Lapangan di Damer, Dampek ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Kepala Markas PMI Kabupaten Manggarai Timur Alfred Tuname mengatakan, setiap hari, ambulans PMI melayani sekitar tiga hingga empat pasien. Salah satu layanan utama yang dilakukan adalah mengantar pasien dari posko layanan medis menuju helipad Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), untuk selanjutnya diterbangkan menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

"Permintaan rujukan cukup tinggi karena banyak warga membutuhkan penanganan medis yang tidak dapat diberikan di fasilitas kesehatan setempat," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Sebagian besar pasien yang membutuhkan rujukan mengalami cedera serius, seperti patah kaki, patah tangan, dan cedera pada kepala.

“Ini menjadi tantangan karena tenaga medis di Dampek masih sangat terbatas, sementara Puskesmas setempat juga mengalami kerusakan berat akibat gempa,” ujar Alfred.

Selain memberikan layanan rujukan, katanya, tim ambulans PMI bersama tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat juga mendatangi sejumlah posko mandiri yang dikelola masyarakat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan bagi warga yang mengalami cedera ringan maupun keluhan kesehatan setelah gempa, seperti sesak napas, batuk, memar, serta luka-luka ringan lainnya.

Menurut Alfred, sebagian warga masih memilih mendapatkan layanan kesehatan di posko pengungsian karena masih mengalami trauma akibat gempa.

“Sebagian masyarakat masih enggan datang ke rumah sakit karena trauma akibat gempa. Karena itu, kami bersama tenaga kesehatan berupaya mendatangi posko-posko mandiri agar warga tetap mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Di sisi lain, langkah ini juga membantu mengurangi beban Rumah Sakit Lapangan yang kapasitasnya masih terbatas karena jumlah tempat tidur pasien atau velbed belum mencukupi,” ujarnya.

Untuk memperkuat layanan kesehatan di Dampek, PMI Pusat akan menambah dukungan tenaga medis. Mulai Rabu (19/8), satu dokter dan dua tenaga kesehatan dari PMI Pusat akan bergabung dengan tim ambulans dan tenaga kesehatan setempat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Kementerian Kesehatan menargetkan agar dalam seminggu, semua RSUD terdampak gempa di NTT dapat memberikan layanan kesehatan esensial, dan dalam dua minggu semua Puskesmas yang rusak dapat memberikan layanan kesehatan lagi.

Baca juga: PMI siapkan operasi kemanusiaan skala besar respons gempa NTT

Baca juga: PMI NTB salurkan 300 paket bantuan untuk korban gempa di NTT

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.